Strategi Turunkan Emisi, Pelindo Jasa Maritim Perkuat Elektrifikasi

PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memperkuat kontribusinya untuk mewujudkan green shipping melalui elektrifikasi.
Kapal petugas melakukan pemanduan dan penundaan kapal di perairan pandu luar biasa Selat Malaka dan Selat Singapura di Batam, Kepulauan Riau./JIBI
Kapal petugas melakukan pemanduan dan penundaan kapal di perairan pandu luar biasa Selat Malaka dan Selat Singapura di Batam, Kepulauan Riau./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholdingnya, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) berkomitmen mewujudkan green shipping melalui pengelolaan layanan jasa di bidang marine, peralatan, solusi pengerukan, galangan, dan jasa utilitas yang fokus pada pengurangan emisi. 

Salah satu langkah yang ditempuh perseroan adalah elektrifikasi atau de-dieselisasi peralatan dengan peningkatan konversi penggunaan bahan bakar berbasis fosil ke sumber energi yang ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Prasetyadi mengatakan pihaknya tengah berupaya merealisasikan pelabuhan ramah lingkungan atau yang disebut juga sebagai pelabuhan hijau melalui elektrifikasi pada peralatan maupun kapal-kapal yang dimiliki.

Hingga saat ini elektrifikasi di 125 pelabuhan kelolaan Pelindo tercatat telah mencapai 40,64%. Dari 310 alat bongkar muat yang ada di semua pelabuhan itu, sebanyak 126 alat telah terelektrifikasi. Sementara sisanya atau 184 alat masih berbasis diesel.

“Untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil pada saat kapal bersandar, kami juga telah menyediakan shore connection atau onshore power supply di beberapa terminal yang berfungsi sebagai pengisi (penyuplai) daya listrik ke kapal ketika mereka bersandar di dermaga,” ungkap Prasetyadi, Rabu (17/1/2024).

Selain elektrifikasi, demi mendukung terwujudnya green shipping, Pelindo Jasa Maritim juga tengah mengembangkan layanan pengelolaan sampah kapal untuk mendukung terminal yang ramah lingkungan. 

Prasetyadi menambahkan, pihaknya telah melakukan penyiapan dan perencanaan terkait pelabuhan yang berkelanjutan ini hingga lima tahun ke depan. Bahkan ada beberapa target yang telah dibuat dengan rencana capaian hingga 10 tahun mendatang maupun peta implementasi jangka panjang.

“Kami mempelajari bagaimana inisiatif berkelanjutan dilakukan oleh pelabuhan-pelabuhan terdepan di dunia, yang sekiranya juga dapat dilakukan di setiap pelabuhan kelolaan kita,“ tutur Prasetyadi.

Green shipping sendiri adalah proses untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh aktivitas kapal yang lebih rendah. Sedangkan, green ship adalah suatu kapal yang menerapkan sebuah teknologi yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi secara bersamaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler