Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bakti Terus Kebut Keandalan Jaringan Indonesia Timur

Sejak 2022-2023, Bakti Kominfo telah membangun 5.618 BTS di Papua dengan tantangan utama terkait pasokan listrik yang belum terlalu memadai.
Plt Direktur Keuangan Bakti Kominfo Ahmad Juhari saat hadir pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T melalui zoom/Youtube Bisnis Indonesia
Plt Direktur Keuangan Bakti Kominfo Ahmad Juhari saat hadir pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T melalui zoom/Youtube Bisnis Indonesia

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo memberi atensi besar terhadap pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia bagian timur terutama di Papua, meskipun pembangunan di wilayah tersebut memiliki tantangan yang juga begitu besar.

Plt Direktur Keuangan Bakti Kominfo Ahmad Juhari mengatakan sejak 2022-2023, pihaknya telah membangun 5.618 BTS di Papua dengan tantangan utama terkait pasokan listrik yang belum terlalu memadai. Akibatnya, Bakti harus menggunakan panel surya dengan tingkat pemeliharaan yang tidak mudah.

Tantangan selanjutnya terkait frekuensi jaringan yang terbatas, di mana setiap BTS yang mwreka kelola hanya memberikan 2-8 Megabite (Mb) saja. Padahal ketersediaan frekuensi tersebut telah menggunakan satelit yang disewa dari luar negeri sekitar 30 Gigabite (Gb).

"Salah satu kendala kita memang soal keberadaan sinyalmya, frekuensinya. Ditambah sekitar 65% masyarakat menggunakan internet untuk sosmed, jadi pemggunaannya lebih banyak. Tentu kalau sekitar BTS itu penggunaannya tidak bjak, pasti tidak akan memenuhi kapasitasnya," ungkapnya pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T di Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (23/11/2023).

Oleh karena itu Bakti pada Juni lalu telah meluncurkan satelit dengan kapasitas terbesar di Asia berkapasitas150 Gbps, dengan harapan bisa menutup kesenjangan digital di Indonesia. Kapasitas satelit itu pun diproyekai akan terus ditambah di tahun-tahun yang akan datang.

Selain menggunakan satelit, penguatan jaringan juga dilakukan dengan menggelar fiber optik yang tersambung dari Sabang sampai Merauke.

Di Papua misalnya, fiber optik dikatakannya sudah berjalan di beberapa daerah, meskipun masih ada kendala terkait luas wilayah dan sulitnya medan. Di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau tersebut, Juhari mengatakan pihaknya mentaktisinya dengan menggunakan microwave, meskipun kapasitasnya tidak sebesar fiber optik.

"Kami sadar akan banyaknya tantangan terutama di wilayah timur terutama 3T, namun kami tetap berusaha dengan menguatkan jaringan backbone, yaotu peluncuran satelit dan penggelaran fiber optik," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper