REI Sulsel Kembangkan Perumahan Kawasan, Disarankan untuk Segmen Subsidi

Konsep pendekatan kawasan yang dimaksud adalah adanya integrasi dari rumah ke beberapa fasilitas dalam satu kawasan utuh.
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020)./Bisnis-Abdurachman.
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020)./Bisnis-Abdurachman.

Bisnis.com, MAKASSAR - Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana terus mengembangkan perumahan berkonsep pendekatan kawasan di tiap daerah yang ada di Sulsel. Konsep pendekatan kawasan yang dimaksud adalah adanya integrasi dari rumah, fasilitas sosial, jalan, sekolah, taman bermain dan hutan lingkungan yang berada dalam satu kawasan utuh.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Sulsel Mahmud Lambang mengatakan, pengembangan ini bisa berguna dalam mengatasi backlog perumahan yang kerap terjadi di wilayah ini. Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat biasa ditemui karena perumahan yang dibangun di Sulsel tidak dilengkapi fasilitas lain yang dibutuhkan.

"Konsep perumahan modern itu harus memiliki planning yang jelas, ada jalan, saluran air, taman, penghijauan, serta sarana dan prasarana publik lainnya. Sekarang eranya masyarakat membeli rumah, bisa sekaligus menikmati fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, maupun berolahraga," paparnya, Senin (16/10/2023).

Oleh karena itu Mahmud mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar pembangunan perumahan dengan konsep ini bisa terus terealisasi. Pasalnya, dukungan tersebut akan membuat investor tidak ragu dalam menanamkan modal.

"Perbankan itu, saya melihat tidak akan melakukan investasi kepada developer ketika pangsa pasar melandai, makanya kami minta dukungan pemerintah supaya kami juga bisa membantu mendukung Sulsel untuk berkembang dan menjadi provinsi terbaik dalam pembangunan properti," pungkasnya.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin pun mengutarakan dukungannya mengingat kesenjangan kebutuhan hunian masih cukup luas, terutama di wilayahnya. Dia pun berseru, pihaknya bersama perbankan dan pengembang harus berkolaborasi menaikkan kapasitas produksi rumah.

Pengembangan perumahan berkonsep pendekatan kawasan diharapkannya tidak menyasar pada perumahan komersil saja, namun juga bisa difokuskan ke perumahan skala mikro atau subsidi. Pasalnya saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan rumah subsidi dengan fasilitas yang cukup lengkap.

"Saya mengerti persoalan perumahan, terutama adanya backlog. Idealnya, tersedia perumahan yang cukup bagi warga dan terdapat perlindungan supaya tidak terjadi kesenjangan. Ini harus diformulasikan, apakah lahannya disiapkan oleh pemerintah daerah lalu dihibahkan kepada masyarakat, kepada masyarakat tidak mampu. Nanti swasta yang membangun sehingga harganya bisa setengahnya saja," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler