Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Indonesia Prediksi Sulsel akan Deflasi pada Mei 2023

Permintaan masyarakat pasca Lebaran diprediksi akan berkurang sehingga terjadi deflasi.
Pedagang cabai rawit melayani pembeli di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan./JIBI
Pedagang cabai rawit melayani pembeli di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR — Bank Indonesia memprediksi jika Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengalami deflasi pada Mei 2023 ini seiring dengan berkurangnya permintaan masyarakat pasca Lebaran 2023. 

Direktur Bank Indonesia (BI) Sulsel M. Firdauz Muttaqin mengatakan, permintaan akan barang maupun jasa di wilayah ini berangsur melambat selepas Idulfitri 2023. Sepanjang Mei 2023, orang-orang di Sulsel juga diprediksi akan mulai mengurangi permintaannya.

Permintaan akan angkutan udara yang begitu tinggi pada April 2023 diprediksi tidak akan terjadi pada bulan ini, sehingga kondisi permintaan angkutan udara akan kembali normal.

Harga kebutuhan pokok di Sulsel juga semakin terjangkau seiring panen yang terjadi di beberapa daerah sentra pertanian. Kondisi ini diprediksi akan membuat kelompok makanan menjadi andil terbesar deflasi Sulsel Mei 2023.

"Permintaan sudah mulai melambat, orang-orang akan mulai mengurangi permintaannya pasca Lebaran kemarin. Angkutan udara yang punya andil paling besar inflasi Sulsel pada April 2023 akan kembali ke normal, begitu juga dengan harga bahan pokok yang semakin tersedia. Jadi kita perkirakan inflasi akan lebih lambat atau malah terjadi deflasi," ungkapnya, Rabu (3/5/2023).

Firdauz menambahkan, pada bulan ini pihaknya bersama TPID akan terus melakukan koordinasi akan ketersediaan pangan dari hulu ke hilir. Apalagi wilayah Sulsel diperkirakan masuk musim kemarau dan ada risiko el-nino.

"Jadi kita akan koordinasi dengan seluruh TPID untuk penyediaan pangan di Sulsel. Kita juga akan gencar melakukan pasar murah dan kerja sama antar daerah bulan ini," paparnya.

Dia juga meyakini, Sulsel akan tetap kembali pada sasaran inflasi tahun ini yang diperkirakan berada di angka 3,0±1 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper