Stok Beras Sulsel Diklaim Aman, Begini Kondisinya

Apalagi pada November 2022 ini diproyeksi potensi panen bisa mencapai 183.000 ton.
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara-Ruth Intan Sozometa Kanafi
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara-Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bisnis.com, MAKASSAR — Stok beras di Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini mencapai 133.198 ton atau 18,2 persen dari keseluruhan beras nasional yang dikelola Bulog. Jumlah ini menjadikan persediaan beras di wilayah ini aman hingga 18 bulan ke depan.

"Jumlah penduduk kita kan kurang lebih 9 juta, yang konsumsi katakanlah yang umur produktif, kalau dikira-kira 100.000 ton pertahun konsumsi beras kita, jadi di Sulsel cukup aman hingga 18 bulan," ungkap Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar Bakhtiar AS, Selasa (1/11/2022).

Bahkan dia mengatakan pengadaan beras Bulog nasional di Sulsel mencapai 202.490 ton atau 28,4 persen dari pengadaan nasional. Menjadikan jumah tersebut yang terbesar se-Indonesia.

Proyeksi potensi panen Sulsel juga dirasa cukup besar. Pada November 2022 diproyeksi potensi panen bisa mencapai 183.000 ton.

"Jadi ya walaupun suplai beras ke nasional cukup besar, stok di wilayah ini juga masih aman, apalagi potensi panen kita tinggi," ungkapnya.

Sementara sebelumnya, Badan Pangan Nasional menargetkan penyerapan beras di Sulsel dan Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 300.000 ton hingga Desember 2022.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memaparkan Sulsel dan Sulbar dianggap sebagai provinsi yang potensial sebagai sumber serapan gabah/beras untuk meningkatkan CBP yang dikelola Bulog.

Wilayah ini memiliki target paling tinggi secara nasional mengungguli Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur yang masing-masing hanya 100.000 ton hingga Desember 2022.

“Selain potensi panen yang tinggi di Sulsel, kami apresiasi dukungan gubernur yang telah menggerakan seluruh pemkab untuk meminta para pengusaha penggilingan padi di wilayah ini agar memprioritaskan pemenuhan kebutuhan stok CBP di gudang Bulog,” ucap Arief di Makassar, belum lama ini..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper