Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Nyalakan 3.860 Sambungan Listrik Gratis di Sulsel

Program ini merupakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian ESDM untuk masyarakat di daerah 3T dan yang terdaftar dalam DTKS.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 14 September 2022  |  12:00 WIB
PLN Nyalakan 3.860 Sambungan Listrik Gratis di Sulsel
Ilustrasi jaringan listrik. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — PT PLN (Persero) menyalakan 3.860 sambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tepatnya di Desa Mattirotasi Kabupaten Maros, dan Desa Tancung Kabupaten Wajo.

Program ini merupakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk masyarakat di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bupati Wajo Amran Mahmud berharap 3.000 warga di Desa Tancung yang belum berlistrik dapat menikmati listrik gratis dari Kementrian ESDM program BPBL. Tujuannya supaya bisa meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian warga setempat.

“Kami berharap mudah-mudahan dua tahun lagi, 3.000 warga di Desa Tancung yang belum berlistrik bisa segera dituntaskan. Supaya tidak ada lagi masyarakat Wajo yg tidak memiliki listrik,” kata Amran, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan ini sendiri berlandaskan Peraturan Menteri ESDM No 3/2022 tentang Bantuan Pasang Baru Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu. Adapun bantuan untuk 3.860 penyambungan listrik ini menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 sekitar Rp3,7 miliar.

Masyarakat penerima program BPBL akan mendapatkan pemasangan instalasi listrik rumah sebanyak 3 titik lampu dan 1 stop kontak, kemudian akan menerima pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan baru (BP), dan pengisian token listrik perdana.

Sementara Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua PLN Adi Priyanto menjelaskan, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan 80.000 rumah tangga yang tersebar di Indonesia, bagi masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T) menjadi sasaran program BPBL melalui APBN Tahun Anggaran 2022.

Dengan meratanya listrik bagi seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) menuju 100%. Tercatat saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 99,81 persen.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik sulsel makassar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top