Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Sulsel US$163,36 Juta pada Juni 2022, Nikel Penyumbang Terbesar

Nilai ekspor nikel US$91,61 juta atau 56,08 persen dari total nilai ekspor Sulsel
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  20:01 WIB
Ekspor Sulsel US$163,36 Juta pada Juni 2022, Nikel Penyumbang Terbesar
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, MAKASSAR - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juni 2022 sebesar US$163,36 juta atau naik 60,40 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar US$101,85 juta. Nikel masih menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai US$91,61 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Suntono memgatakan sejauh ini nikel masih menjadi bahan ekspor paling penting di Sulsel. Persentase nilai ekspornya pada Juni 2022 bahkan mencapai 56,08 persen dari total nilai ekspor.

Angka ini jauh berbeda dibanding nilai ekspor komoditas lainnya. Misal kelompok komoditas biji bijian berminyak yang merupakan komoditas ekspor kedua terbesar Sulsel hanya di angka US$26,89 juta atau hanya 16,46 persen dari total nilai ekspor di wilayah ini.

Komoditas lain adalah besi dan baja sebesar US$ 24,89 juta (15,24 persen); getah dan damar sebesar US$ 9,32 juta (5,70 persen); ikan dan udang sebesar US$ 4,68 juta (2,86 persen).

"Ekspor nikel memang selama ini menjadi yang terbesar di Sulsel. Nilai ekspor Juni 2022 ini saja naik cukup signifikan jika dibanding bulan yang sama tahun 2021 yang hanya US$63,01 juta," ungkap Suntono, Senin (1/8/2022).

Suntono menambahkan, walaupun nilai ekspor Sulsel pada Juni tahun ini meningkat secara tahunan, namun mengalami penurunan sebesar 12,53 persen bila dibandingkan nilai ekspor Mei 2022 yang mencapai US$186,77 juta.

Ekspor nikel juga mengalami penurunan bila dibandingkan Mei 2022 sebesar 20,09 persen. Besi dan baja juga turun sebesar 17,63 persen. Sementara biji-bijian berminyak naik sebesar 18,53 persen, getah dan damar naik sebesar 89,90 persen; serta ikan dan udang naik sebesar 44,50 persen.

Jika dilihat dari negara tujuan ekspor Sulsel pada Juni 2022, lima negara dengan ekspor terbesar yaitu Jepang dengan nilai sebesar US$ 95,31 juta (58,35 persen); disusul Tiongkok dengan nilai US$ 63,08 juta (38,61 persen); Taiwan dengan nilai US$ 3,16 juta (1,93 persen); Korea Selatan dengan nilai US$ 0,80 juta (0,49 persen) dan Timor Leste dengan nilai US$ 0,45 juta (0,27 persen).

Jika dibandingkan dengan Juni 2021 maka nilai ekspor ke Jepang meningkat  sebesar 45,54 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 164,61 persen, nilai ekspor ke Taiwan turun 16,39 persen, nilai ekspor ke Korea Selatan meningkat 80,36 persen serta nilai ekspor ke Timor Leste turun sebesar 46,00 persen.

Dibandingkan Mei 2022 nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 19,98 persen, nilai ekspor ke Tiongkok naik sebesar 3,35 persen, nilai ekspor Korea Selatan naik 142,40 persen serta nilai ekspor ke Timor Leste naik sebesar 203,31 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sulsel Nikel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top