Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kakao dan Kopi Bakal Jadi Unggulan Sigi

Kontribusi Sulawesi Tengah pada produksi kakao nasional tahun 2020 sebanyak 127,3 ribu ton atau tertinggi se Sulawesi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  13:29 WIB
Kakao dan Kopi Bakal Jadi Unggulan Sigi
Ilustrasi pertanaman kakao. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, SIGI - Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengembangkan kakao dan kopi yang ada di daerah itu untuk menjadi komoditas unggulan, sebagai salah satu produk penunjang daya saing kabupaten tersebut.

Bupati Sigi Mohamad Irwan, di Sigi, Selasa (26/7/2022), mengemukakan kakao dan kopi menjadi komoditas perkebunan yang merupakan salah satu sub sektor pertanian, untuk terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.

"Pengembangan difokuskan pada peningkatan produksi dan produktivitas berbasis pemetaan kawasan perkebunan," ucap Mohamad Irwan.

Pemkab Sigi telah melakukan pemetaan wilayah potensial kakao meliputi Kecamatan Gumbasa, Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, dan Lindu, serta Palolo. Untuk kopi tersebar di Tompu, Palolo, Pipikoro, Kulawi, Lindu, Marawola, dan Marawola Barat.

Sigi, kata Mohamad Irwan turut mendongkrak kontribusi Sulawesi Tengah pada produksi kakao nasional tahun 2020 sebanyak 127,3 ribu ton atau tertinggi se Sulawesi.

Maka, sebut dia, peningkatan produksi dan produktivitas dilakukan berbasis kawasan perkebunan melalui peremajaan tanaman dengan langkah-langkah berupa pemberian bantuan bibit tanaman unggul, bantuan sarana produksi seperti pupuk, alat mesin pertanian/teknologi.

Sementara untuk kopi, ujar dia, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah telah memberikan bantuan bibit kopi arabika sebanyak 539.300 pohon dan kopi robusta 139.000 pohon.Selain bantuan bibit, pemerintah juga memberi bantuan berupa alat pengolahan kopi.

"Di tahun ini Kabupaten Sigi mendapat bantuan pupuk organik cair untuk kopi robusta seluas 100 hektare dan direncanakan di tahun 2023 Kabupaten Sigi mendapatkan alokasi bantuan fasilitas alat pengolahan kopi dari Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Selain itu, ia mengutarakan, pemerintah daerah juga menyediakan akses pembiayaan bagi petani kopi dan kakao untuk penunjang operasional pertanian melalui program KUR nol persen.

Program kredit usaha rakyat nol persen yaitu pemerintah daerah menanggung bunga kredit, sehingga masyarakat atau petani hanya membayar pokok dari pinjaman.

"Fasilitasi pembiayaan kepada petani, diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam mengatasi keterbatasan modal yang dimiliki petani. Sehingga dapat meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada petani, meningkatkan kapasitas dan daya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja," ungkapnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Sigi memiliki luas sebesar 519.602 hektare area yang terdiri dari 390.542,5 hektare area adalah kawasan hutan atau sebesar 75, 17 persen dan sebesar 129,059,5 hektare area merupakan kawasan budi daya dan penggunaan lain sebesar 24, 83 persen.

"Kabupaten Sigi meletakkan basis perekonomian masyarakat pada sektor pertanian khususnya subsektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. PDRB Kabupaten Sigi dari sektor pertanian pada tahun 2021 sebesar 47,80 persen dan memberikan sumbangsih penyediaan lapangan kerja yang besar bagi masyarakat," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao kopi sulawesi tengah

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top