Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1.900 Anak Usia Sekolah di Makassar Terpapar Covid-19, Sekolah Belum Disarankan Buka?

Dengan kenaikan kasus positif Covid-19 di usia tersebut, ia berharap agar pemerintah bisa menunda pembukaan sekolah yang direncanakan pada Januari 2021 mendatang.
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  15:33 WIB
Data grafik Tim Epidemiologi Makassar yang menunjukkan angka kasus positif Covid-19 di usia 10 sampai 19 tahun atau usia pelajar meningkat di Kota Makassar - Wahyu Susanto
Data grafik Tim Epidemiologi Makassar yang menunjukkan angka kasus positif Covid-19 di usia 10 sampai 19 tahun atau usia pelajar meningkat di Kota Makassar - Wahyu Susanto

Bisnis.com, MAKASSAR - Kasus positif Covid-19 di Makassar meningkat drastis dalam satu pekan terkhir. Memasuki pekan ketiga bulan Desember 2020, dikonfirmasi penambahan sebanyak 600 kasus.

Jumlah ini dinilai Tim Epidemiologi Makassar sebagai kasus harian terbanyak di daerah tersebut sejak pandemi melanda. Tak sedikit dari kasus tersebut adalah berusia 10-19 tahun atau usia pelajar.

"Penambahan kasus positif Covid-19 naik signifikan di usia 10 sampai 19 tahun. Totalnya sekarang 1.901 ribu dari Juli sampai Desember 2020 ini," ujar Ketua Tim Epidemiologi Kota Makassar, Ansariadi kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Dengan kenaikan kasus positif Covid-19 di usia tersebut, ia berharap agar pemerintah bisa menunda pembukaan sekolah yang direncanakan pada Januari 2021 mendatang.

Sekedar diketahui, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah telah mengizinkan agar sekolah di seluruh wilayah Sulsel mulai dibuka Januari dengan syarat jaminan protokol kesehatan.

"Jadi ini bisa jadi pertimbangan bagi pemerintah Sulsel untuk menahan dulu pembukaan sekolah. Belum dibuka saja ini malah meningkat dua kali lipat dalam seminggu," papar Ansariadi.

Ansariadi menduga, adanya penambahan kasus di usia tersebut lantaran aktivitas yang mulai aktif di luar rumah.

"Makanya saya merekomendasikan sekolah tatap muka. Dulu masih rendah sekolah ditutup. Sekarang tinggi malah sekolah mau dibuka," paparnya.

Selama pandemi Covid-19, proses belajar mengajar memang tetap berjalan dengan cara daring. Akan tetapi, hal itu dianggap tidak efektif lantaran masih banyak kendala.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim menjelaskan naiknya angka kasus Covid-19 baik di Makassar dan kota lain sudah diprediksi. Maka dari itu, pihaknya sebelumnya telah memberi masukan ke Kemendikbud agar sekolah diliburkan saja selama satu semester.

"Nah, selama satu semester lalu itu, kita adakan peningkatan kualitas kepada guru. Sehingga jika terjadi apa-apa seperti peningkatan kasus positif pelajaran jarak jauh atau online masih bisa dilakukan tetapi dengan kualitas guru yang mempuni," imbuh Muhammad Ramli Rahim saat dikonfirmasi Bisnis.

Ia menambahkan dari data Kemdikbud RI yang disampaikan oleh Plt Dirjen Dikdasmen menunjukkan 60% guru bermasalah dalam pelajaran secara daring. Hal itu karena ketidakmampuan guru dalam penguasaan teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top