Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Sasar Ekspor Udang Windu ke Eropa dan Amerika

Produksi udang windu Sulawesi Selatan yang rata-rata 5.000 - 6.000 ton per tahun, sebagian besar diproduksi dari Kabupaten Pinrang yang sudah memasok udang windu ke Jepang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 November 2020  |  08:22 WIB
Suasana panen udang windu oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (pertama kiri) didampingi Bupati Pinrang Irwan Hamid di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Senin (15/11/2020) - Antara
Suasana panen udang windu oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (pertama kiri) didampingi Bupati Pinrang Irwan Hamid di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Senin (15/11/2020) - Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Produksi udang windu Sulawesi Selatan yang rata-rata 5.000 - 6.000 ton per tahun, sebagian besar diproduksi dari Kabupaten Pinrang yang sudah memasok udang windu ke Jepang.

"Setelah mendapat kepercayaan dari Jepang, kini proses sertifikasi untuk diekspor ke Eropa dan Amerika lagi," kata Bupati Kabupaten Pinrang, Irwan Hamid di sela panen udang windu bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dikutip dari Antara, Selasa (17/11/2020).

Dia mengatakan, udang windu yang dikenal dengan nama udang sitto di Sulsel ini adalah komoditas unggulan Kabupaten Pinrang selain rumput, laut dan beras.

Menurut dia, komoditas ekspor ini menjadi penyangga ketahanan pangan nasional yang dapat untuk dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan dan upaya pemulihan ekonomi (PEN) di kalangan masyarakat.

Pada kesmepatan tersebut, Irwan memperkenalkan pada gubernur salah satu sentra pengembangan udang windu di Kabupaten Pinrang yang disebut Kawasan Budidaya Udang Windu Ramah Lingkungan.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel diketahui, di Kabupaten Pinrang terdapat luas areal tambak 15.026,20 hektare, khusus di Kecamatan Lanrisang luasnya mencapai 1.588,33 ha yang meliputi dua blok pengembangan, yakni blok Lanrisang 523,23 ha dan blok Waetuoe seluas 1.065,15 hektare.

"Kawasan yang dikunjungi Pak gubernur ini memproduksi udang windu jenis echo-shrimp atau ramah lingkungan dengan kualitas premium yang selama ini diekspor ke Jepang," kata Irwan.

Menanggapi hal tersebut, gubernur Sulsel mengapresiasi hasil produksi undang windu yang dikembangkan pemerintah dan para petani tambak.

"Saya kira kita punya kewajiban untuk menjaga keunggulan kita, Pinrang ini adalah salah satu dari dulu sampai sekarang sebagai penghasil udang sitto (windu)," katanya.

Karena itu, dia mengingatkan agar jangan sampai petani tambak meninggalkan udang sitto dan beralih ke vaname. Apalagi nenek moyang dari dahulu sudah mengembangkan udang windu untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Kadang petambak kita ini di Sulsel setahun bisa dua hingga tiga kali umroh. Satu kali panen bisa menaikkan satu keluarga umroh, haji dan sebagainya," kata Nurdin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top