Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadapi Musim Hujan, Sulsel Siaga Bencana

Kabupaten Enrekang misalnya. Daerah ini telah menyiapkan pasukan serta peralatan yang akan diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 November 2020  |  06:02 WIB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB

Bisnis.com, MAKASSAR - Sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan sudah mulai siaga menghadapi musim hujan yang biasanya rawan menimbulkan bencana alam seperti banjir dan juga tanah longsor.

Kabupaten Enrekang misalnya. Daerah ini telah menyiapkan pasukan serta peralatan yang akan diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. 

Bupati Enrekang Muslimin Bando mengatakan bahwa daerahnya terdiri dari 80 persen wilayah perbukitan sehingga risiko bencana juga sangat tinggi.

“Karena itu, ancaman bencana harus diantisipasi khususnya daerah yang rawan, ini adalah upaya pemerintah daerah melindungi setiap masyarakat dan wilayahnya,” terang Muslimin Bando dikutip dari Antara, Senin (16/11/2020).

Selain Enrekang, Kabupaten Gowa pun berstatus sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana.

Kepala BPBD Gowa Iksan Parawansa di Gowa, Minggu, mengatakan wilayahnya terbagi dua yakni dataran tinggi dan dataran rendah sangat rawan mengalami bencana alam.

"Kabupaten Gowa memiliki 18 kecamatan dan semuanya terbagi dua, masing-masing sembilan kecamatan di dataran tinggi dan sembilan lagi di dataran rendah," ujarnya.

Ia mengatakan sembilan kabupaten yang berada di dataran tinggi sangat rawan terjadi bencana longsor. Iksan menyatakan pada awal 2019, bencana longsor dan banjir itu telah memakan puluhan korban meninggal dan banyak lagi korban jiwa lainnya serta materiil.

Dia menuturkan badai La Nina sesuai prediksi BMKG bisa berdampak pada memburuknya cuaca sehingga langkah antisipasi penting dilakukan.

"Puncak La Nina yang harus kita waspadai, sehingga kami menyurat menyurat ke 18 kecamatan untuk selalu jaga lingkungan dan memperhatikan kondisi di sekitar," katanya.

Sementara itu, Pjs Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi, sehingga dalam menghadapi cuaca ekstrem nanti penanganannya bisa lebih maksimal.

"Selain pemerintah kerjasama dari seluruh masyarakat juga dibutuhkan, seperti pembersihan saluran atau drainase di daerah rumah masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan," ucapnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top