Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trafik Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Naik 20 Persen

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar tercatat menjadi bandara tersibuk sejak memasuki masa libur panjang.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  04:18 WIB
Aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar tercatat menjadi bandara tersibuk sejak memasuki masa libur panjang. Trafik penumpang diperkirakan meningkat hingga 20 persen dari biasanya atau sekitar 20.115 penumpang per tanggal 29 Oktober.

Libur panjang memang menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman atau berlibur. Olehnya itu, manajemen PT Angkasa Pura I terus memperketat pengawasan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Iwan Risdianto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk mengawasi aktivitas para penumpang di Bandara Hasanuddin Makassar.

"Kondisi terkini terpantau ramai dan lancar. Semua sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah kami terapkan kepada setiap pengguna jasa bandara," ungkap Iwan pada Bisnis, Jumat (30/10/2020).

Awaludin khusus yang diturunkan dalam mengawasi jalannya protokol kesehatan yakni pihak internal Angkasa Pura I. Di mana seluruh tim yang bertugas secara aktif menginformasikan pada pengguna jasa untuk menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Pihak bandara juga melakukan pemberitahuan melalui pengeras suara setiap 30 menit sekali. Selain tim khusus, AP I juga bekerjasama dengan pihak TNI untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, termasuk dalam memastikan protokol kesehatan diterapkan oleh para pengguna jasa bandara

"Dengan tegas bagi pengguna jasa bandara yang melanggar prosedur akan diterapkan sanksi," kata Iwan.

Bagi calon penumpang, rapid test masih wajib dilakukan sebelum penerbangan. Untuk penumpang yang tidak membawa surat keterangan rapid test atau PCR, pihak Bandara Hasanuddin menyediakan pemeriksaan dengan biaya Rp85.000. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar bandara sultan hasanuddin
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top