Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Tahun Likuefaksi Palu, Pemulihan Masih Berjalan, Tantangan Baru Sudah Datang

Saya berharap ke depannya Palu dapat menjadi perhatian para investor menanamkan modal-modalnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2020  |  12:47 WIB
Anak-anak bermain di kompleks hunian tetap (Huntap) bagi para korban bencana di Palu, Sulawesi tengah, Sabtu (26/9/2020). Setelah dua tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018 yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, sejumlah korban yang kehilangan rumah kini sudah menempati huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. - Antara/Basri Marzuki
Anak-anak bermain di kompleks hunian tetap (Huntap) bagi para korban bencana di Palu, Sulawesi tengah, Sabtu (26/9/2020). Setelah dua tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018 yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, sejumlah korban yang kehilangan rumah kini sudah menempati huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan HUT Kota Palu ke-42 menjadi momentum kebangkitan pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi dua tahun lalu.

"Meski daerah ini diselimuti berbagai cobaan, tantangan dan hambatan tentu kita sebagai warga Palu harus memiliki komitmen untuk bangkit dari keterpurukan pascanencana," ujar Gubernur Sulteng Longki Djanggola saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke-42 Kota Palu, Minggu (27/9/2020).

Upacara peringatan hari jadi ibu kota Sulteng itu dilaksanakan secara sederhana, dan tetap mengedepankan pedoman protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19.

Gubernur mengemukakan, Palu sebagai pusat pemerintahan Pemprov Sulteng tidak akan lelah berbenah lewat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascaperistiwa alam 28 September 2018, mulai dari pemenuhan hak-hak korban bencana seperti hunian tetap, dana stimulan hingga pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

"Saya berharap ke depannya Palu dapat menjadi perhatian para investor menanamkan modal-modalnya, agar kota ini cepat berkembang dari berbagai sektor," ucap Longki.

Oleh karena itu, agar investasi tumbuh dan berkembang, maka warga Palu perlu menciptakan suasana bahagia, aman, nyaman, keharmonisan dan keramahan dalam kehidupan sosial.

"Majunya suatu daerah atau kota terletak pada penduduknya, apakah mau berbuat atau tidak. Kita tidak ingin kehidupan ini berjalan satgnan, maka dibutuhkan kolaborasi semua pihak yang dimotori pemerintah setempat," kata Longki menambahkan.

Warga melintas di depan puing rumah yang hancur akibat tsunami dan belum dirobohkan di Palu, Sulawesi tengah, Minggu (27/9/2020). Setelah dua tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018 yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, sejumlah bangunan yang rusak belum dibersihkan./Antara-Basri Marzuki

Terlepas dari itu, gubernur juga berpesan, di tengah penyebaran Covid-19 yang semakin hari kian meningkat di provinsi tersebut, masyarakat diimbau agar mematuhi disiplin protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian.

Disiplin protokol kesehatan telah diatur melalui Peraturan Gubernur Sulteng No. 32 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum untuk memberikan pemahaman agar masyarakat sadar pentingnya patuh terhadap rambu-rambu yang sudah dibuat pemerintah, guna meminimalisir penyebaran virus tersebut.

Dia juga mengimbau, bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjaga netralitas menghadapi kontestasi pilkada yang berlangsung di sejumlah daerah di Sulteng, termasuk Kota Palu.

"Kita tidak ingin momen pilkada menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Olehnya aturan yang sudah dibuat pemerintah wajib dipatuhi dan dijalankan untuk kebaikan bersama," demikian Longki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulteng Gempa Palu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top