Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Huntap Tipe 36 bagi Korban Banjir Masamba mulai Dibangun

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi para korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. Pada tahap pertama, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan 50 unit huntap dengan tipe 36 meter.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 17 September 2020  |  15:55 WIB
Tim dari PT Brantas Abipraya melakukan proses pembersihan Jalan Salawati Daud, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang masih tertutup material kayu dan lumpur (19/7/2020). - Dok. BNPB
Tim dari PT Brantas Abipraya melakukan proses pembersihan Jalan Salawati Daud, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang masih tertutup material kayu dan lumpur (19/7/2020). - Dok. BNPB

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi para korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. Pada tahap pertama, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan 50 unit huntap dengan tipe 36 meter.

Nurdin Abdullah menjelaskan pembangunan huntap tersebut dipusatkan di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Setelah lebih dari dua bulan pasca banjir bandang yang terjadi pada 13 Juli 2020 lalu, kehadiran hunian tetap ini diharap mampu menjawab asa para korban banjir.

"Ini sebuah kemajuan dalam upaya rehabilitasi pasca bencana di Luwu Utara. Ibu Bupati sudah aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra, khususnya yang di Masamba, di Radda ini," jelas Nurdin, Kamis (17/9/2020).

Tercatat ada 39 desa/kelurahan terdampak yang tersebar di enam kecamatan di Luwu Utara. Adapun pembangunan huntap dilakukan Pemprov Sulsel di tahap awal untuk menstimulus pemerintah pusat, juga turut serta membantu dan membangun.

Nurdin mengatakan, dalam pembangunan huntap pihak swasta juga diundang berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaa atau CSR. Ia menyebut, secara total kebutuhan rumah sebanyaj 1.295 unit ditargetkan rampung dalam kurun waktu enam bulan.

"Sebenarnya masih kurang. Tetapi, Insyaallah kita akan mencoba menggerakkan hati semua elemen masyarakat. Termasuk beberapa perusahaan besar yang kira-kira bisa memanfaatkan CSRnya," ungkap Nurdin.

Nurdin merincikan, untuk satu unit rumah dibangun dengan anggaran Rp50 juta. Dengan standar layak huni berupa fasilitas seperti ruang tam dan dua kamar.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel dalam upaya rehabilitasi Luwu Utara. Ia menilai, kebijakan yang diberikan ini membantu dalam percepatan pembangunan Luwu Utara, khususnya terkait hunian sementara dan hunian tetap.

Demikian juga dengan pemerintah pusat melalui PUPR dan BNPB telah melakukan asesmen dan menyempurnakan data atau dokumen lain yang dibutuhkan.

"Harapan kita dengan dimulainya peletakan batu pertama hunian tetap ini, maka ini tidak ada lagi kata berhenti. Tidak ada jeda untuk kemudian memastikan dalam enam bulan mudah-mudahan sudah dapat kita bangun lagi," terang Indah.

Selanjutnya Nurdin Abdullah dan Indah Putri juga melakukan peletakan batu pertama huntap untuk Jamaah Rama Radda. Rencananya, Pemprov Sulsel juga akan membangun huntap di atas lahan yang disediakan oleh Jamaah Rama Radda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir pengungsi sulsel
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top