Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakar: Pilkada Potensial Timbulkan Klaster Baru Covid-19 di Zona Merah

Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus baru virus corona atau Covid-19 di Sulsel di paruh semester II tahun ini.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 11 September 2020  |  15:58 WIB
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU

Bisnis.com, MAKASSAR - Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus baru virus corona atau Covid-19 di Sulsel di paruh semester II tahun ini.

Prof Ridwan menyebut salah satu potensi yang bisa meningkatkan kasus baru di Sulsel yakn penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan berlangsung di 12 kabupaten/kota di Sulsel. Di antaranya Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa yang merupakan zona merah penyebaran virus Corona.

"Pilkada akan memicu pergerakan massa yang sangat besar dari masing-masing pendukung pasangan calon kepala daerah. Sementara dalam pergerakannya dinilai mengabaikan penerapan protokol kesehatan secara ketat," jelas Prof Amiruddin, Jumat (11/9/2020).

Ia menjelaskan, yang menjadi kekhawatiran yaitu sebab pergerakan atau pertemuan massa pendukung paslon yang tidak bisa dibendung. Prof Ridwan mencontohkan saat pendaftaran paslon beberapa waktu lalu.

Menurut pantauannya, masih ada sejumlah pasangan calon yang tidak memenuhi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Padahal, pandemi Covid-19 belum bisa dikatakan selesai. Penyebaran virus yang mengancam kesehatan tubuh.

"Seluruh kandidat pasangan calon kepala daerah harusnya bisa memberikan pengarahan yang baik kepada massa pendukung mereka," ungkap Prof Ridwan.

Prof Ridwan menegaskan, jika pada proses tahapan pilkada selanjutnya massa dan pendukung pasangan calon membludak dan abai maka dipastikan pertumbuhan kasus hingga akhir tahun akan terus melonjak.

"Saat ini jika kita lihat dari angka pertumbuhan kasus di Sulsel itu sepertinya seminggu terakhir di atas 100 lagi, bahkan angka Rt nya sudah mencapai 1,12. Ini yang menjadi tantangan tersendiri karena kita pernah berada di angka kasus yang rendah, sekarang menghadapi kasus yang tinggi lagi," ungkap Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel ini.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berharap tidak ada klaster Covid-19 baru pada kontestasi pilkada serentak di 12 daerah ini. Pasalnya, pada proses pendaftaran pilkada serentak belum lama ini, tidak sedikit calon kepala daerah baik pendatang baru maupun incumbent mendapatkan teguran dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri)

Hal itu disebabkan membludaknya massa para pasangan calon kepala daerah pada tahapan pendaftaran. Olehnya itu, Nurdin mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 baru bisa dicegah jika para pasangan calon kepala daerah bisa patuh pada protokol kesehatan.

"Tentu ini bisa kita cegah kalau kita semua menyadari, kita semua tingkatkan disiplin diri masing-masing, dan tentu sekali lagi saya tidak bosan-bosannya menyampaikan agar ikuti protokol kesehatan secara ketat, karena akan menentukan keberlangsungan pencegahan Covid-19, kepada seluruh masyarakat Sulsel," jelas Nurdin.

Ia berharap, tahapan Pilkada serentak selanjutnya, temasuk pengambilan nomor urut, beberapa sosialisasi dan sebagainya agar betul-betul memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut dia, selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, dan selama belum ada vaksin serta obatnya, maka selama itu juga masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi semuanya.

"Cukuplah kemarin beberapa deklarasi, maupun pendaftaran, ya mungkin ini adalah sesuatu diluar daripada kemampuan kita semua," kata Nurdin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel Pilkada Serentak Pilkada 2020 covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top