Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Layang Pettarani Diresmikan Oktober, Mundur dari Target

Proyek tersebut sempat mengalami sejumlah kendala.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 07 September 2020  |  19:32 WIB
Ilustrasi. -  PT Margautama Nusantara
Ilustrasi. - PT Margautama Nusantara

Bisnis.com, MAKASSAR - Peresmian Tol Layang Pettarani mundur dari jadwal yang sebelumnya ditargetkan. Tol dengan panjang jalur 10,4 kilometer ini sempat direncanakan akan diresmikan pada Februari 2020, selanjutnya pada September 2020.

Namun, Direktur Teknik dan Operasi PT Bosowa Marga Nusantara Ismail menyatakan pengerjaan proyek tersebut sempat mengalami sejumlah kendala. Di antaranya, pengerjaan pipa PDAM dan pandemi Covid-19. Secara total, proses konstruksi kesuluruhan tol layang hingga seksi 3 sudah mencapai 91,55 persen.

"Melihat perkembangan September baru selesai. Jadi, kita melaporkan ke Kementerian PUPR tentang jadwal selesaianya. Mudah-mudahan Oktober sudah bisa diresmikan. Peresmian oleh Presiden Jokowi tergantung Sekretariat Negara dan Kementerian PUPR," ungkap Ismail, Senin (7/9/2020).

Ismail menjelaskan, saat ini progres jalan tol yang mulai dikerjakan 30 April 2018 menyisakan pekerajaan pengembalian jalan arteri. Sejauh ini lanjutnya lagi, tak ada lagi kendala teknis yang ditemukan tim dengan total 2.000 pekerja di lapangan.

"Kita juga bersyukur, selama pekerjaan tidak ada insiden atau kecelakaan kerja terjadi. Semua masa-masa kritis kita lewati dengan lancar," katanya.

Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memberikan apresiasi dan dukungan kepada pihak kontraktor yang membangun jalan tol. Yang mana jalan tol ini didorong untuk menjadi ikon baru Kota Makassar.

Ia menyebut, pembangunan jalan tol merupakan hal mendesak dalam kebutuhan transportasi masyarakat.

"Pembangunan seperti ini menjadi kebutuhan kita, yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan investor serta paling penting membuat warga Kota Makassar nyaman," kata Rudy.

Rudy juga mengusulkan kepada pihak kontraktor agar warga bisa menggunakan jalan tol saat proses pengerjaan jalan arteri. Ia juga meminta, tak ada pungutan biaya bagi warga yang menggunakan jalan tol selama proses pengerjaan jalan arteri.

"Ini juga sebagai upaya untuk meminimalisir kemacetan di jalur bawah," kata Rudy. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top