Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Kucurkan Rp136 Miliar untuk Pengembangan Pertanian di Sulut

Pengembangan komoditas perkebunan difokuskan dengan model kawasan korporasi petani.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:57 WIB
 Buruh tani memanen jagung manis di lahan pertanian jagung Kadireso, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (31/7). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Buruh tani memanen jagung manis di lahan pertanian jagung Kadireso, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (31/7). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, MANADO - Kementerian Pertanian mengalokasikan lahan 6.153 hektare di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk pengembangan kedelai nasional dan luasannya akan meningkat di tahun depan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengatakan bahwa tahun 2021 akan berlipat menjadi model korporasi seluas 30.000 hektar yang juga didukung oleh investor.

“Pengembangan format korporasi tersebut didukung IT pertanian yakni Aplikasi Agri-solution serta permodalan dari KUR,” katanya dikutip Antara, Senin (31/8/2020).

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menambahkan pengembangan komoditas perkebunan difokuskan dengan model kawasan korporasi petani.

Hal ini dimaksudkan agar terjamin peningkatan produksi dan ketersediaan pasar serta peningkatan kesejahteraan petani. Tahun ini khususnya untuk Minahasa Utara sekitar 500 hektare kawasan komoditas kelapa dikembangkan bertahap.

"Pengembangan kawasan tanaman pala sebesar 1.000 hektare dan cengkeh sebesar 200 hektare. Selain bibit, Kementan pun menyediakan bantuan berupa alat pascapanen dan Pengendalian Hama Terpadu," ujar Kasdi.

Dia optimistis, dengan korporasi maka ada kepastian sarana produksi pertanian, modal serta kepastian pasar dan jaminan harga jual.

Total bantuan pengembangan pertanian tahun ini di Provinsi Sulut sebesar Rp136,86 miliar. Bantuan di antaranya untuk pengembangan jagung sebesar 98.132 hektare, kedelai 6.153 hektare, benih unggul kelapa genjah 25.000 batang, kelapa dalam 477.600 batang, pala 431.250 batang, cengkeh 85.800 batang dan pembangunan kebun induk tanaman pala seluas dua hektare di Minahasa Utara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top