Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanganan Pascabanjir di Bolaang Mongondow Berlanjut

Hujan lebat pada 30 Juli 2020 menyebabkan longsor di sejumlah titik jalan nasional dan enam jembatan rusak dan hanyut.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  01:19 WIB
Lambang Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara - Wikipedia
Lambang Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melanjutkan penanganan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharapkan agar seluruh balai Kementerian PUPR di daerah-daerah selalu siap siaga terhadap bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Terlebih saat pandemi Covid-19, kondisi jalan dan jembatan harus terus kita jaga agar jalur logistik tidak terputus," kata Menteri Basuki melalui siaran pers Selasa (18/8/2020).

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow sejak pertengahan Juli 2020 menyebabkan beberapa oprit jembatan tergerus air area permukiman warga tergenang.

Puncaknya hujan lebat pada 30 Juli 2020 menyebabkan longsor di sejumlah titik jalan nasional dan enam jembatan rusak dan hanyut yakni Jembatan Pakuku, Kosio, Sinandaka, Sinandaka II, Salongo I, dan Salongo III.

Kementerian PUPR mencatat penanganan darurat telah dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Manado Ditjen Bina Marga, dengan mengerahkan alat berat seperti ekskavator, buldozer, dump truck untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan sehingga akses jalan yang menguhubungkan antar wilayah dapat terbuka.

Terdapat 38 titik longsor pada badan jalan dan lereng jalan yang tersebar di lima ruas jalan nasional, yakni Doloduo–Molibagu, Molibagu–Mamalia, Matali–Torosik, Onggunoi–Pinolosian, dan Naha–Tahuna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bolaang mongondow
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top