Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Pertanian Masih Menopang Ekonomi Sulsel

Ada surplus beras sekitar 2,5 juta ton.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  07:07 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sudirman Sulaiman melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). - Antara/Puspa Perwitasari
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sudirman Sulaiman melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyebutkan sektor pertanian, yang merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Sulsel, masih tetap tumbuh, meskipun di tengah pendemi Covid-19.

Menurut dia, di Makassar, Kamis (6/8/2020), sektor pertanian masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel dan bahkan juga dilakukan ekspor ke sejumlah negara tujuan di antaranya Jepang, China, dan Singapura.

Khusus tanaman padi, lanjut Nurdin, menghasilkan surplus beras sekitar 2,5 juta ton, yang sebagian untuk kebutuhan logistik korban bencana alam maupun operasi pasar Perum Bulog.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Toddopuli, Kabupaten Maros, Daeng Badillah mengatakan sebagian besar petani di Kabupaten Maros, masih panen saat ini.

"Ini adalah musim panen kedua sepanjang 2020 dan hasilnya sangat bagus karena tidak terdampak banjir seperti pada musim panen sebelumnya yang masih tinggi curah hujannya," katanya.

Namun, ia mengatakan saat panen harga di tingkat petani cenderung menurun, karena itu pemerintah harus dapat menjaga harganya, sehingga petani juga dapat menikmati hasil jerih payahnya.

"Kami meminta harga produk petani tidak dibeli di bawah harga eceran tertinggi (HET)," katanya.

Sebelumnya diberitakan,  Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menilai ekonomi yang mengalami kontraksi pada masa pandemi merupakan hal yang wajar. Apalagi 32 dari 34 provinsi di indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif. "Kan lucu kalau perekonomian kita naik sementara pandemi. Puncaknya ini memang terjadi pada pelaksanaan PSBB," ungkap Nurdin.

Namun, Nurdin mengaku optimistis akselerasi perekonomian Sulsel akan lebih menggeliat pada kuartal III/2020. Meski mengalami koreksi, proyeksi ekonomi Sulsel menurut Nurdin bakal tumbuh di angka 4 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh pertumbuhan sejumlah sektor salah satunya pertanian, informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top