Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Waspadai Kluster Baru Covid-19 di Perkantoran

Sebanyak 76 persen dari perusahaan di Sulsel yang telah menerapkan disiplin protokol kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  11:16 WIB
Ilustrasi karyawan menggunakan APD.  - Istimewa
Ilustrasi karyawan menggunakan APD. - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sulawesi Selatan mengoptimalkan pengawasan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di berbagai tempat kerja.

Hal tersebut berkenaan dengan potensi penyebaran virus corona jenis baru itu yang tinggi di lingkup tempat kerja. Badan Kesehatan Dunia menyebut bahwa virus itu bisa menular melalui udara, sehingga potensi transmisi lokal di ruang tertutup seperti ruang kerja lebih besar.

Kepala Disnaker Sulsel Andi Darmawan Bintang di Makassar, Rabu (5/8/2020), menyampaikan bahwa Menteri Ketenagakerjaan telah mengeluarkan kebijakan terkait dengan perlindungan tenaga kerja dan pengusaha sehingga Disnaker Sulsel telah melakukan survei disiplin protokol kesehatan di tempat kerja.

Berdasarkan survei tersebut, pada Mei 2020 diketahui 76 persen dari perusahaan di Sulsel yang telah menerapkan disiplin protokol kesehatan dan 24 persen lainnya berencana melakukan langkah-langkah tersebut.

"24 persen pengusaha itu sudah berencana melakukan langkah-langkah ke arah sana, artinya sudah ada yang mulai sempurnakan semuanya. Misalnya menyediakan tempat cuci tangan dan 'phisycal distancing' (jaga jarak)," ujarnya.

Ia menyebutkan ada dua tipe pengawasan yakni sesuai tugas utama dan pengawasan berdasarkan laporan masyarakat.

Artinya, kata dia, ketika tidak ada laporan maka perusahaan itu dianggap baik-baik saja dan berjalan sesuai aturan.

Pengawasan terhadap perusahaan sebelum adanya Covid-19, kata dia, telah ada pada program kesehatan dan keselamatan kerja di lingkup kerja.

Disnaker Sulsel memiliki 58 tenaga pengawas yang siap melakukan pengawasan disiplin protokol kesehatan terhadap sedikitnya 15.000 perusahaan di Sulawesi Selatan.

Meski angka itu tidak sebanding, lanjutnya, Disnaker berupaya mengoptimalkan SDM yang ada.

"Setelah ada Covid-19, kita lebih intens, ini yang kami lakukan dalam rangka Covid-19, kita turun lakukan pengawasan dan ada memang pengawasan berkala yang kita turun sekali sebulan," ujarnya.

Disnaker Sulsel hingga saat ini melakukan pembinaan agar protokol berjalan ketat yang tentu mengurangi kapasitas produksi dalam hal menekan pekerja, mengurangi pekerja tentu mengurangi juga hasil produksi.

Selain itu, mengimbau pengusaha memberi penghalang bagi karyawan pada saat bekerja agar jaga jarak tetap berlaku.

"Apakah itu berupa tirai atau dinding buatan. Melakukan pemeriksaan kepada perusahaan berdasarkan laporan," katanya.

Langkah lain yang juga menjadi upaya Disnaker Sulsel yakni menunggu laporan masyarakat, termasuk ketika diketahui bahwa pada tempat kerja tersebut terdapat karyawan yang terdeteksi positif.

"Silakan melaporkan. Sebab pada posisi pengawasan protokol kesehatan, juga bukan hanya di Pemprov Sulsel, tetapi juga pada pemerintah daerah masing-masing," ujarnya.

Ia menyebutkan telah memberi laporan terhadap perusahaan yang melanggar disiplin protokol kesehatan.

Dia menjelaskan terdapat perusahaan yang menggunakan batas maksimum pada perusahaannya, ada 25 orang dalam satu ruangan dengan luas 8x10 meter.

"Kemarin saya bahkan yang melapor sendiri, saya langsung sampaikan ke petugas untuk periksa dan akhirnya mereka kurangi. Ini salah satu, upaya yang kita lakukan," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top