Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Positif Covid-19 di Sulut Bertambah, Pemprov Siapkan Langkah Strategis

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertambah menjadi delapan orang dan Kota Manado telah menjadi wilayah transmisi lokal penyebaran Covid-19.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 08 April 2020  |  06:24 WIB
RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou, Kota Manado. Foto: Google Maps
RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou, Kota Manado. Foto: Google Maps

Bisnis.com, MANADO - Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertambah menjadi delapan orang dan Kota Manado telah menjadi wilayah transmisi lokal penyebaran Covid-19.

Menyikapi perkembangan tersebut, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulut Jemmy Kumendong mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengadakan rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas langkah-langkah serta rekomendasi kebijakan dalam menangani peningkatan penyebaran Covid-19.

"Mungkin saat ini dengan melihat eskalasi korban Covid-19 di Sulut sudah 8 orang dan penetapan Manado sebagai daerah transmisi lokal penyebaran Covid-19, maka yang mungkin ditunggu orang adalah kebijakan penutupan bandara dan akses moda transportasi lainnya sehingga Sulut bisa dikategorikan daerah PSBB. Namun, penutupan bandara adalah kewenangan pemerintah pusat bukan kewenangan gubernur," kata Jemmy, Selasa malam (7/4/2020).

"Tapi dalam waktu dekat akan ada rapat Forkompimda dan masukannya akan dipertimbangkan sebagai prasyarat pengambilan kebijakan," katanya menambahkan.

Sementara itu, kata Jemmy, pihaknya telah melakukan berbagai hal dalam menangani penyebaran Covid-19, seperti menyediakan tujuh rumah singgah khusus untuk merawat orang dalam pemantauan (ODP).

Ketujuh rumah singgah tersebut, yakni Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan di Teterusan (30 tempat tidur), Kantor Diklat Maumbi (100 tempat tidur), Kantor Bapelkes di Malalayang (270 tempat tidur), Asrama Haji di Tuminting (300 tempat tidur), RSUD Bitung (20 tempat tidur ruang khusus isolasi), Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (eks BPG) di Pineleng (40 tempat tidur belum termasuk kamar ber AC) dan RSUD Noongan (6 tempat tidur ruang khusus isolasi).

Selain itu, Pemprov Sulut uga tengah menyiapkan laboratorium bio security level 2 plus untuk pemeriksaan sampel Covid-19.

Pemprov juga telah melakukan refocusing anggaran untuk mendukung gugus tugas Covid-19, mulai penyemprotan, pengadaan APD, dukungan kepada tenaga medis di garis terdepan, penambahan berbagai fasilitas, sampai dengan pemberian bantuan kepada yang terdampak.

"Pemprov Sulut telah mengkoordinasikan kabupaten/kota dalam kesatuan gerak untuk menangani Covid-19, karena disadari bahwa penanganan Covid tidak bisa parsial, harus terintegrasi mulai dari kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota," kata Jemmy.

Lebih lanjut, pihaknya  telah mengkoordinasikan TNI dan Polri dalam mendukung tugas penanganan Covid 19 dengan mengalokasikan anggaran untuk operasional.

"Serta telah menyosialisasikan imbauan social distancing dan physical distancing, pola hidup sehat terus dilakukan, termasuk larangan bagi ASN untuk mudik juga dilakukan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top