Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Okupansi Hotel di Sulut Tergerus Corona

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Utara menyebut tingkat okupansi hotel-hotel di Sulawesi Utara (Sulut) turun drastis akibat wabah virus corona atau Covid-19.
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel

Bisnis.com, MANADO - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia di Sulawesi Utara menyebut tingkat okupansi hotel-hotel di Sulawesi Utara turun drastis akibat wabah virus Corona atau Covid-19.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut Nicholas Lieke menuturkan bahwa tingkat okupansi, baik hotel berbintang maupun non-bintang, sejak pertengahan Maret hanya mampu mencapai sekitar 10 persen.

"Payah sekali, kami punya okupansi sudah sangat turun. Sudah sekitar 10 persen," ujar Nicholas kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Dia mengatakan tingkat okupansi saat ini sudah turun sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi normal. Pada periode yang sama tahun lalu rata-rata tingkat okupansi hotel bisa mencapai sekitar 60 persen hingga 70 persen.

Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 membuat kunjungan turis ke Sulut semakin berkurang. Di sisi lain, berbagai reservasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) hingga acara pernikahan juga dibatalkan.

Pihaknya pun khawatir jika kondisi ini terus berlanjut hingga 3 bulan ke depan, tidak menutup kemungkinan hotel-hotel di Sulut akan menutup bisnisnya.

"Sudah enggak ada tamu. Kalau begitu selama 3 bulan ke depan akan ada yang tutup," kata Nicholas.

Dengan kondisi tersebut, imbuhnya, hotel-hotel sudah mulai melakukan efisiensi dengan merumahkan karyawan harian, sementara karyawan tetap masih bekerja seperti biasa. Namun, efisiensi tersebut dinilai tidak cukup untuk membantu operasional hotel agar dapat terus berjalan.

Dia pun berharap Pemerintah Provinsi Sulut dapat memberikan keringanan beban listrik dan pajak bagi industri hotel di Sulut.

"Mau ngapa-ngapain susah. Satu-satunya biar jalan, pemerintah bebaskan pajak, bantu bayar gaji karyawan, dan keringanan biaya listrik," katanya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Januari 2020 mencapai 59,10 persen atau turun 0,39 poin (0,66 persen) dibandingkan TPK pada Desember 2019.

TPK hotel berbintang juga menurun 13,80 persen atau 9,46 poin bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel berbintang pada Januari 2020 mencapai 2,55 hari atau meningkat 0,27 poin dibandingkan pada Desember 2019. Sedangkan rata-rata lama RLMT asing hotel berbintang pada Januari 2020 mencapai 4,13 hari atau meningkat 0,38 poin dibandingkan Desember 2019. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper