Transaksi Keuangan Digital di Sulsel Meningkat Hingga 30 Persen

Transaksi keuangan digital di Sulsel meningkat kisaran 15 hingga 30 persen.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  20:46 WIB
Transaksi Keuangan Digital di Sulsel Meningkat Hingga 30 Persen
Fitur gobills di aplikasi Gojek - BisnisTV

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Indonesia Kantor Wilayah Sulsel menyebut transaksi keuangan digital pada periode Maret 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu diungkapkan Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Endang Kurnia Saputra.

Endang mengatakan, transaksi keuangan digital meningkat kisaran 15 hingga 30 persen. Hal itu menyusul adanya imbauan pada masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home, di tengah semakin masifnya penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Selama adanya imbauan social distancing atau pembatasan sosial, masyarakat cenderung melakukan transaksi digital. Hingga akhir Maret kami prediksi akan lebih meningkat lagi," ungkap Endang pada Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Transaksi digital juga dinilai menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 melalui uang rupiah. Karenanya, penggunaan pembayaran nontunai dinilai memiliki berbgai kelebihan. Masyarakat dapat menggunakan berbagai alternatif instrumen pembayaran nontunai.

Misalnya saja dalam bentuk kartu kredit, debit, e-money, baik yang berbasis kartu, maupun server kode QRIS. Selain itu, guna mendukung kelancaran aktlvitas perekonomian masyarakat, dari sisi sistem pembayaran, BI bersama perbankan menjamin ketersediaan dan kecukupan pasokan uang rupiah di masyarakat saat ini maupun ke depan dalam rangka menyambut puasa dan Hari Raya Idulfitri.

"Kita sudah siapkan untuk tiga bulan ke depan. Namun untuk nominal belum bisa disebutkan saat ini," jelas Endang.

Untuk itu, BI mengimbau kepada para pelaku usaha bersama dengan Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat melalui instrumen pembayaran nontunai yang dapat digunakan.

Apalagi saat ini BI juga tengah mendorong implementasi penggunaan QRIS yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Di mana implementasi tersebut akan mendorong inklusi keuangan yang memberikan banyak manfaat antara lain dalam mendukung stabilitas makro dan sistem keuangan, efisiensi ekonomi.

"Termasuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, membatasi praktik shadow-banking, dan mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia," kata Endang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Amri Nur Rahmat
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top