Sempat Kekurangan APD, Sulsel Terima Bantuan dari Pemerintah Pusat

Tim medis yang bertugas menangani pasien Virus Corona atau Covid-19 di Sulsel sempat mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD). Namun, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel Husni Thamrin mengatakan pengadaan APD sudah dilakukan secara berangsur.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  17:01 WIB
Sempat Kekurangan APD, Sulsel Terima Bantuan dari Pemerintah Pusat
Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ABK dan penumpang Kapal Pesiar MS Coral di zona karantina denga jarak 2 mil dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, hari ini Rabu (11/3/2020). - Foto: KKP Makassar

Bisnis.com, MAKASSAR - Tim medis yang bertugas menangani pasien Virus Corona atau Covid-19 di Sulsel sempat mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD). Namun, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel Husni Thamrin mengatakan pengadaan APD sudah dilakukan secara berangsur.

"Untuk APD memang sempat kekurangan. Untuk pengadaannya tidak bisa sekaligus. Olehnya itu kita lakukan secara berangsur. Kami dari Dinas Kesehatan terus melakukan koordinasi," ungkapnya, Senin (23/3/2020).

Husni menyatakan, pengadaan APD saat ini diprioritaskan di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Hal itu dikarenakan RS Wahidin menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang paling banyak menerima pasien berstatus orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

Meski belum bisa menyebutkan jumlah bantuan yang diberikan, namun menurut Husni bantuan APD yang diberikan mencukupi untuk memberikan pelayanan, khususnya bagi pasien yang sudah masuk dalam kategori PDP.

"Saya kira ini memang terbatas, tapi untuk sementara cukup. Kita akan tetap mengupayakan pengadaannya dari pemerintah pusat," kata Husni.

Di Sulsel sendiri hingga Senin pukul 10.00 Wita, tercatat ada 114 ODP, 29 PDP, dua pasien positif yang sebelumnya diberitakan salah satu pasien telah meninggal dan satu lainnya masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Untuk rumah sakit rujukan kata Husni, terdapat tujuh rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah. Di antaranya RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Dr Tajuddin Chalid, RSUD Labuang Baji, RSU Andi Makkasau Parepare, RSU Lakipada Toraja, RSUD Kabupaten Sinjai, RS Tk II Pelamonia.

"Selain tujuh rumah sakit rujukan tersebut, ada juga rumah sakit penyangga. Tapi untuk penanganan tetap diprioritaskan rumah sakit rujukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov sulsel, Virus Corona, covid-19

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top