Genjot Produksi Cabai, Gorontalo Alokasikan Dana Rp1,2 Miliar

Permintaan cabai yang semakin meningkat dan produksi yang kian menurun, membuat pemerintah daerah menggelontorkan dana untuk meningkatkan produksi tanaman ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  17:27 WIB
Genjot Produksi Cabai, Gorontalo Alokasikan Dana Rp1,2 Miliar
Pedagang menunjukkan cabe kriting di Pasar Tradisional Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/5/2019). - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, MANADO - Untuk meningkatkan produksi tanaman cabai, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran senilai Rp1,2 miliar pada tahun ini. Anggaran digunakan untuk bantuan lahan seluas 300 hektare cabai rawit dan 110 hektare cabai besar.

“Bantuan ini meningkat jika dibanding tahun lalu. Pada tahun 2019 bantuan pengembangan cabai hanya 235 hektar untuk cabai rawit dan 30 hektar cabai besar,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mommy Igirisa, dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Minggu (22/3/2020).

Mommy mengatakan angka produksi sementara cabai mencapai 20.579 ton dengan luas panen 2.875 hektar. Angka produksi tersebut turun dibandingkan tahun 2018 yang sebanyak 25.694 ton dengan luas panen yang sama. Penurunan tersebut diakibatkan oleh kemarau panjang yang melanda Gorontalo.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim meminta Dinas Pertanian untuk membuat kawasan pengembangan hortikultura yang disesuaikan dengan potensi daerah. Karena pertanian merupakan sektor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pengembangan hortikultura, seperti tanaman cabai rawit, dapat menjadi unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Untuk pengembangan tanaman hortikultura ini saya minta Dinas Pertanian membuat kawasan pengembangan hortikultura yang disesuaikan dengan potensi daerah. Misalnya, di Kecamatan Paguyaman ini untuk pengembangan tanaman cabai, di kecamatan lain dikembangkan lagi tanaman hortikultura lainnya,” kata Idris usai meninjau lokasi kebun cabai di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Jumat (20/3/2020).

Kebun seluas 1,6 hektare ditanami cabai sebanyak 9.670 pohon yang dibagi dalam empat petakan. Petakan pertama dan kedua yang ditanam pada November 2019 saat ini telah memasuki masa panen. Pada petikan pertama hasilnya sebanyak 102 kilogram dan kemudian meningkat menjadi 211 kilogram pada petikan kedua, dengan selang waktu pemetikan selama seminggu.

“Budidaya cabai di kebun ini berhasil. Lokasi ini cocok jadikan sebagai sekolah lapangan untuk melatih petani cara budidaya cabai yang baik,” ujar Idris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara, gorontalo, cabai

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top