Wagub Idris: Stok Pangan Gorontalo Aman

Stok beras mencapai 1.800 ton dengan ketahanan stok selama 1 tahun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  18:51 WIB
Wagub Idris: Stok Pangan Gorontalo Aman
Dua petugas kesehatan TNI bersiaga di tenda isolasi Covid-19 Rumkit Bantuan Kesdim, Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (15/3/2020). Korem 133/Nani Wartabone menyiapkan satu dokter, tenaga medis serta dua tenda untuk penanganan awal serta pemeriksaan jika ada warga yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. - Antara/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, MANADO — Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memastikan stok pangan di Gorontalo tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau.

Hal itu dipastikan setelah Pemprov Gorontalo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan peninjauan ke gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo, Pasar Sentra, dan sejumlah gudang distributor di Kota Gorontalo, Rabu (18/3/2020).

“Masyarakat tidak usah panik apalagi sampai melakukan pembelian bahan pangan dalam jumlah yang banyak. Stok bahan pangan kita cukup dan harganya sangat terjangkau,” ujar Idris, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Gorontalo.

Dia mengatakan bahwa stok beras di gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo mencapai 1.800 ton dengan ketahanan stok selama 1 tahun.

Selain beras, di gudang Bulog juga tersedia minyak goreng dan tepung. Stok untuk bahan pangan lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, terigu, susu dan mentega, juga tersedia dalam jumlah yang cukup di dua gudang distributor yang ditinjau oleh tim Pemprov Gorontalo.

Pantauan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, komoditi pangan juga dipastikan stoknya tersedia dengan harga yang stabil. Harga cabai rawit berada pada kisaran antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, minyak kelapa Rp16.000 per kilogram, dan bawang merah Rp40.000 per kilogram.

“Hanya gula pasir yang sedikit naik antara Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Stoknya juga tersedia, di gudang distributor Cipta Langgeng saja ada kurang lebih 300 ton,” kata Idris.

Sementara itu, guna mengantisipasi pembelian bahan pangan dalam jumlah yang besar, pusat perbelanjaan Hypermart menerapkan pembatasan jumlah pembelian terhadap empat komoditi, yaitu minyak goreng, gula pasir, beras, dan mie instan. Pembelian mie instan dibatasi dua karton, minyak goreng empat liter, beras 10 kilogram, dan gula pasir dua kilogram per hari per konsumen.

General Manager Hypermart Gorontalo Thedy Yuswanto mengakui belum ada lonjakan pembelian konsumen sebagai dampak dari wabah virus Covid-19.

“Belum ada dampak dari virus Covid-19 terhadap lonjakan pembelian. Dalam beberapa hari ini normal-normal saja,” kata Thedy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gorontalo, sulut

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top