Wisata Alam Bantimurung Maros Ditutup Sementara

Sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Maros juga mulai mengambil sejumlah langkah preventif. Salah satunya, dengan menutup lokasi wisata alam Bantimurung di tengah semakin masifnya  penyebaran Covid-19 di Indonesia. 
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  19:50 WIB
Wisata Alam Bantimurung Maros Ditutup Sementara
Kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros ditutup sementara. Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR - Sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Maros juga mulai mengambil sejumlah langkah preventif. Salah satunya, dengan menutup lokasi wisata alam Bantimurung di tengah semakin masifnya  penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Bupati Maros Hatta Rahman menjelaskan telah menginstruksikan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata Maros untuk melakukan penutupan sementara selama 14 hari ke depan. Keputusan tersebut tentu bukan putusan yang main-main dari pemerintah setempat.

"Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat untuk mengurangi berinteraksi di tempat ramai, misalnya di tempat wisata. Ini bersifat sementara untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19 yang bisa saja disebarkan oleh siapa saja," jelas Hatta, Selasa (17/3/2020).

Diketahui, wisata alam Bantimurung merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Maros. Kawasan permandian dengan panorama air terjun itu merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Selain wisata alam Bantimurung, Hatta juga mengimbau agar kawasan permandian lain untuk ditutup sementara. Salah satunya kolam permandian dan taman bermain yang berada di Grand Mall Maros. Kawasan tersebut mmenurut Hatta juga menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berlibur.

"Untuk pusat perbelanjaan dan mall yang ada di Maros kita tidak minta untuk tutup. Tergantung pengelolanya, tapi harus tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memantau pengunjung," jelas Hatta.

Penutupan lokasi wisata dan sejumlahnpusat keramaian yang dilakukan pemerintah daerah merupakan tindak lanjut imbauan dari pemerintah pusat yang juga diteruskan kepada pemerintah provinsi. Sebelumnya, imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah menyampaikan agar tempat-tempat keramaian seperti kawasan wisata untuk sementara ditutup dulu. Termasuk wahana bermain anak yang terdapat di sejumlah mall. Pusat keramaian merupakan salah satu media dengan potensi penyebaran virus paling besar saat ini.

"Mudah-mudahan kita bisa melewati fase ini. Mohon pengertiannya kepada seluruh seluruh masyarakat, kita akan melewati dengan baik dan tertib dan mengikuti seluruh imbauan," terang Nurdin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel

Editor : Amri Nur Rahmat
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top