Sulut Ekspor 10.296 Ton Minyak Kelapa Mentah ke Belanda

BPS mencatat nilai ekspor Provinsi Sulut pada periode Januari 2020 didominasi oleh komoditas minyak dan lemak nabati. Kontribusi sektor itu naik dari 39,74 persen pada Desember 2019 menjadi 52,76 persen pada Januari 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  01:17 WIB
Sulut Ekspor 10.296 Ton Minyak Kelapa Mentah ke Belanda
Minyak kelapa - Homeremediesforlife

Bisnis.com, MANADO - Sulawesi Utara mengekspor 10.296 ton minyak kelapa mentah atau senilai US$6,82 juta ke Belanda pada Januari 2020 di tengah tingginya permintaan pasar Eropa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Kindangen mengungkapkan terdapat komoditas yang membukukan kenaikan nilai ekspor pada Januari 2020. Produk itu antara lain minyak kelapa mentah, tepung kelapa, biji pala, dan coconut cream.

Data surat keterangan asal (SKA) Disperindah Provinsi Sulut dan Disperindag Kota Bitung mencatat ekspor minyak kelapa mentah ke Belanda sebanyak 10.296 ton pada Januari 2020 atau senilai US$6,82 juta. Selanjutnya, tepung kelapa 168 ton, biji pala 27 ton, dan coconut cream 32 ton.

Edwin menyebut terdapat beberapa faktor yang mengerek kinerja ekspor Sulut ke Belanda. Salah satunya kualitas produk asal Bumi Nyiur Melambai.

“Permintaan pasar Eropa tinggi karena kualitas produk tersebut sudah diakui dan mampu memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh pembeli. Belanda merupakan pemasok komoditas tersebut lewat Rotterdam,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (18/2/2020) malam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, nilai ekspor Bumi Nyiur Melambai pada periode Januari 2020 didominasi oleh komoditas minyak dan lemak nabati. Kontribusi sektor itu naik dari 39,74 persen pada Desember 2019 menjadi 52,76 persen pada Januari 2020.

Dari sisi nilai ekspor, realisasi untuk komoditas minyak dan lemak nabati senilai US$37,40 juta pada Januari 2020. Jumlah itu naik 62,32 persen dari periode Desember 2019.

Adapun, produk yang menjadi komoditas ekspor unggulan Sulut pada Januari 2020 yakni olahan kelapa seperti virgin coconut oil (VCO), kopra, serta minyak kelapa. Industri pengolahan turunan kelapa tersebar di seluruh wilayah Bumi Nyiur Melambai.

Dari sisi tujuan ekspor, BPS Provinsi Sulut mencatat komoditas lemak dan minyak nabati dikapalkan ke lima negara utama yakni Belanda, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, Jepang, dan China.

Pada Januari 2020, Belanda menempati posisi teratas untuk negara tujuan ekspor nonmigas Sulut dengan realisasi US$15,81 juta. Pencapaian itu setara dengan 22,31 persen dari total nilai ekspor nonmigas dengan produk utama lemak dan minyak nabati.

Di lain pihak, Kepala Lab Manajemen/Koordinator International Business Administration (IBA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi Joy Elly Tulung meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut agar serius mengembangkan industri kelapa terpadu. Tujuannya, agar dapat mendorong kinerja ekspor nonmigas Bumi Nyiur Melambai.

“Mengembangkan industri produk turunan kelapa selain kopra agar dapat memiliki nilai tambah untuk diekspor,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sulut merealisasikan total nilai ekspor nonmigas US$767,27 juta pada Januari 2019—Desember 2019. Pencapaian itu turun 21,23 persen dibandingkan dengan realisasi US$974,06 juta pada Januari 2018—Desember 2018.

Koreksi cukup dalam dialami oleh kinerja ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati. Realisasi nilai ekspor komoditas itu turun 41,20 persen secara tahunan pada 2019.

Padahal, komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati memiliki peran paling besar terhadap total nilai ekspor nonmigas Sulut periode 2019. Tercatat, golongan barang HS 15 itu berkontribusi sebesar 43,71 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, sulut

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top