Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lampaui Target, Ini Pencapaian Produksi Pertanian & Peternakan Sulut 2019

Hasil produksi sejumlah komoditas pertanian dan peternakan Provinsi Sulawesi Utara tahun lalu melampaui target yang dipasang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  15:58 WIB
Petani memanen jagung saat panen - Antara
Petani memanen jagung saat panen - Antara

Bisnis.com,MANADO— Hasil produksi sejumlah komoditas pertanian dan peternakan Provinsi Sulawesi Utara tahun lalu melampaui target yang dipasang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah periode 2019.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Novly Wowiling mengungkapkan program serta kegiatan bidang pertanian dan peternakan Bumi Nyiur Melambai pada rentang 2016—2019 difokuskan kepada peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga mendorong sapi indukan wajib bunting selain sapi perah.

“Khusus untuk komoditas jagung, Gubernur Sulawesi Utara mencanangkan gerakan aksi daerah pencapaian produksi jagung 1 juta ton,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (6/2/2020).

Novly mengklaim bahwa penyelenggaran urusan pertanian dan peternakan pada 2019 telah memberikan hasil signifikan. Hal itu tercermin dari pencapaian produksi sejumlah komoditas pertanian dan peternakan yang melampaui target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019.

Untuk produksi padi, capaian tahun lalu sebanyak 846.279 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 123,19 persen dari target 686.998 ton. Realisasi produksi jagung pipilan kering 1,3 juta ton tahun lalu juga berada di atas target 1,26 juta ton.

Sementara itu, produksi kedelai pipilan kering sebanyak 9.837 ton pada 2019. Jumlah itu setara dengan 104,79 persen dari target 9.422 ton dalam RPJMD tahun lalu.

Di sisi lain, produksi sejumlah komoditas hortikultura juga melewati target RPJMD 2019. Sebagai gambaran, produksi cabai besar sebanyak 6.452 ton tahun lalu setara dengan 170,28 persen target 3.789 ton.

Adapun, produksi tomat Sulut tahun tercatat mencapai 54.009 ton. Pencapaian itu setara dengan 209,90 persen target 25.743 ton dalam RPJMD 2019.

Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi juga mencatat kenaikan produksi untuk komoditas peternakan. Produksi daging sapi misalnya, mencapai 3.552,66 ton atau setara 102,92% dari target RPJMD 2019.

Untuk produksi daging babi, Sulut merealisasikan produksi sebanyak 25.661,01 ton pada 2019. Jumlah itu setara dengan 130,42% dari target 19.675,75 ton dalam RPJMD 2019.

Pencapaian produksi daging ayam buras Sulut periode 2019 juga melewati target RPJMD 2019. Tercatat, Bumi Nyiur Melambai mampu memproduksi 2.703,62 ton daging ayam buras atau di atas target 2.348,08 ton.

Novly menambahkan Pemprov Sulut juga telah mengembangkan Kawasan Tampusu, Kabupaten Minahasa, sebagai area kobong organik. Langkah itu untuk menjawab permasalahan residu pestisida yang ada di dalam produk pertanian dan peternakan serta meminimalisasi kontribusi emisi rumah kaca dari penggunaan pupuk kimia.

“Pengembangan kawasan kobong organik ini terdiri atas pengembangan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, pembuatan pupuk organik, dan ketersediaan susu segar untuk masyarakat Sulut terutama anak usia sekolah,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top