Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengerjaan Proyek Tol Layang Pettarani Dikebut

Bosowa Marga Nusantara (BMN) optimistis proyek Tol Layang Pettarani bakal rampung sesuai target yakni pada Juli 2020, meski saat ini pengerjaan konstruksi mencapai 57%.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  21:39 WIB
Proses pembangunan jalan tol layang dalam kota Makassar, Sulawesi Selatan terlihat dari udara. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Proses pembangunan jalan tol layang dalam kota Makassar, Sulawesi Selatan terlihat dari udara. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) optimistis proyek Tol Layang Pettarani bakal rampung sesuai target yakni pada Juli 2020, meski saat ini pengerjaan konstruksi mencapai 57%.

Direktur Utama PT BMN Anwar Toha menjelaskan saat ini pengerjaan konstruksi jalan tol sepanjang 4,3 kilometer itu terus dikebut agar bisa beroperasi sesuai target. Apalagi, hadirnya Tol Layang Pettarani diharap mampu menjadi salah satu pengurai kemacetan di Makassar.

"Kendala kita memang adalah musim hujan. Kalau hujannya deras, kita berhenti dulu. Karena kita juga punya peralatan elektronik, alat itu yang mesti dijaga. Tapi kalau tidak begitu deras, kita tetap lanjut," ungkap Anwar Toha, Senin (27/1/2020).

Secara total tak ada lagi proses penggalian yang dilakukan baik pada main land maupun pada on ramp track. Tol Layang Pettarani yang dikerjakan oleh PT Wika Beton itu telah memasuki tahap pemasangan box grider. Di mana dalam proses pemasangannya butuh dilakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik di Jalan Pettarani.

Rekayasa lalu lintas diperlukan untuk menjaga keamanan para pengguna jalan. Selain itu, agar pengguna Jalan Pettarani tidak terganggu dengan pemasangan box grider yang dilakukan di beberapa titik. Menurut Anwar, kehati-hatian tetap diutamakan dalam pengerjan proyek tol tersebut.

"Yang agak sulit itu di kawasan Pasar Tamamaung. Jalurnya agak kecil, jadi sering terjadi kemacetan. Karena untuk memindahkan pagar pembatas proyek agak ke dalam juga tidak bisa. Tidak boleh ada kendaraan yang berlalu tepat di bawah poyek," terangnya.

Selain itu, PT BMN juga tengah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Makassar terkait keberadaan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada tepat di depan Ramayana Pettarani Square.

Anwar menyatakan, dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyarankan agar JPO dibongkar guna memudahkan pengerjaan konstruksi Tol Layang Pettarani di kawasan itu. Sebab JPO tersebut berada di antara tiang jalur Tol Layang Pettarani.

"Kita coba komunikasikan dengan Pemkot Makassar, karena di JPO juga ada beberapa paoan ikla. Jangan sampai menimbulkan masalah di belakang. Intinya, menurut balai itu harus dibongkar," ungkap Anwar. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar bosowa
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top