Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Sulut Lanjutkan Penetrasi untuk Dongkrak Harga Kopra

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan serangkaian program untuk mendongkrak pergerakan harga kopra pada 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  15:13 WIB
Proses pembuatan kopra - Antara
Proses pembuatan kopra - Antara

Bisnis.com, MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan serangkaian program untuk mendongkrak pergerakan harga kopra pada 2020.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Refly Ngantung mengungkapkan harga kopra merangkak naik pada awal 2020. Kondisi itu menurutnya sejalan dengan permintaan pasar dunia terhadap bahan baku kopra untuk minyak nabati yang meningkat.

Selain itu, Refly menyebut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mendorong peningkatan konsumsi bahan baku kelapa di Bumi Nyiur Melambai. Bahkan, kebijakan itu diperluan baik dalam skala regional maupun nasional.

Upaya peningkatan konsumsi bahan baku kelapa ditempuh dengan pembangunan alat pengolahan minyak kelapa. Fasilitas itu saat ini tercatat sebanyak 45 unit yang dibangun sejak 2018 hingga 2019.

“Kami akan menambah pembangunan 12 unit pada 2020 sehingga meningkatkan kebutuhan bahan kelapa agar hukum pasar berlaku,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/1/2020).

Di sisi lain, Refly menjelaskan bahwa akan dilakukan peremajaan tanaman kelapa yang tua dan rusak. Sebagai gantinya, akan ditanam kelapa yang cepat berproduksi seperti kelapa genjah dan kelapa pandan wangi.

“Penetrasi Pemerintah Provinsi dalam rangka mendongkrak harga produksi kopra pada hakikatnya akan mendorong peningkatan pendapatan petani kelapa,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sulawesi Utara (Apeksu) George Umpel mengatakan solusi untuk mengatasi rendahnya harga kopra yakni dengan membangun industri kecil minyak kelapa terpadu. Hal tersebut telah diusulkan kepada pemerintah setempat.

Dia mengungkapkan pemerintah memang telah memberikan bantuan alat pengolahan minyak kelapa. Akan tetapi, kualitas dan kapasitas yang dihasilkan belum sesuai harapan para petani.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut kopra
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top