UMKM Makassar Butuh Fasilitasi Akses Digital

Merujuk pada data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, jumlah pelaku UMKM sebanyak 16.492 orang yang bergerak pada beragam sektor.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 22 November 2019  |  17:16 WIB
UMKM Makassar Butuh Fasilitasi Akses Digital
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Memasuki era 4.0, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seolah dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital. Tak terkecuali bagi pelaku UMKM di Kota Makassar.

Sayangnya, masih 10% dari ekosistem pada segmen berklasifikasi UMKM yang baru memanfaatkan teknologi dalam menunjang kegiatan usahanya. Terbatasnya sumber daya penunjang pengembangan kapasitas berbasis digital menjadi salah satu kendalanya.

Termasuk pada aspek permodalan, promosi hingga penguatan kualitas produk yang memiliki daya saing. Merujuk pada data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, jumlah pelaku UMKM sebanyak 16.492 orang yang bergerak pada beragam sektor.

"Bahkan ada hasil UMKM yang telah dijual ke luar negeri. Seperti makanan kering atau cemilan seperti kerupuk," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Makassar Evi Aprilia, Jumat (22/11/2019).

Selain itu, lanjut dia UMKM Makassar yang berbasis pada toko ritel konvensional juga mulai melek teknologi sehingga banyak memanfaatkan digitalisasi untuk lebih meningkatkan usaha untuk penjualan dan sebagainya.

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo menilai sudah saatnya para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi dalam mengelola usahanya. Pasalnya, saat ini belum banyak pelaku UMKM yang sadar akan manfaat teknologi.

"Saat ini pasar sudah banyak dilakukan secara digital. Sayangnya sebagian besar UMKM kita belum melek teknologi," katanya saat menjadi pembicara dalam Diskusi 'Menakar Daya Tumbuh UMKM Makassar di Era Digital' yang digelar IKA Alumni STIMIK Dipanegara bersama Forum Jurnalis Ekonomi Sulsel.

Pada sisi lain, dia juga mengajak seluruh elemen termasuk pihak korporasi semakin aktif untuk memberikan fasilitasi akses digital terhadap pelaku UMKM di kota ini sehingga lebih atraktif menghadap persaingan di era digital.

Salah satunya dimanifestasikan oleh Sampoerna Retail Community (SRC) yang telah mengembangkan inovasi baru untuk menjawab tantangan di era digital dengan meluncurkan aplikasi AYO SRC, Pojok Lokal dan identitas baru.

Tidak hanya merangkul UMKM yang berbasis di Makassar, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi pelaku segmen UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Ini merupakan upaya untuk membuka peluang kerja sama dan akses pasar tanpa batas bagi pelaku usaha retail dan pelaku UMKM lokal.

Adapun Sampoerna Retail Community (SRC) adalah bentuk dukungan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UMKM) sektor retail dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna).

Khusus untuk aplikasi AYO SRC adalah inovasi untuk memudahkan akses para anggota SRC untuk saling berbagi ilmu bisnis, mendapat informasi mengenai pembinaan UKM Sampoerna, dan memudahkan proses pengelolaan toko. Melalui ini, Sampoerna ingin seluruh SRC menjadi lebih dikenal.

"Kami memandang UMKM di Makassar dan Sulsel secara umum memiliki ceruk potensi yang teramat besar terutama dengan optimasi berbasis digital pengembangan bisnis dan penciptaan peluang. SRC pun hadir untuk fasilitasi tersebut," kata Manager Regional Relation & CSR East Sampoerna Arga Prihatmoko dalam keterangan, Jumat (22/11/2019).

Dia menguraikan, serangkaian langkah itu bertujuan agar UMKM terutama pada klasifikasi toko kelontong hasil binaan Sampoerna dapat beradaptasi dengan perkembangan masa kini.

SRC menjadwalkan penyelenggaraan Festival SRC Indonesia pada 30 November 2019 mendatang bertempat di Anjungan Pantai Losari. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top