Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penyebaran Narkoba, Prajurit Kodim 1417 Kendari Dites Urine

Dandim 1417 Kendari Kol Inf Alamsyah di Kendari, Kamis (21/11/2019), mengatakan TNI berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkup keluarga TNI, institusi hingga lingkungan masyarakat demi generasi bangsa yang bermutu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 November 2019  |  19:37 WIB
Ilustrasi-Tes urine - Antara
Ilustrasi-Tes urine - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional Kota Kendari bekerja sama dengan Kodim 1417 Kendari menyelenggarakan tes urine dan penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dandim 1417 Kendari Kol Inf Alamsyah di Kendari, Kamis (21/11/2019), mengatakan TNI berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkup keluarga TNI, institusi hingga lingkungan masyarakat demi generasi bangsa yang bermutu.

"Pemeriksaan urine bagi prajurit wujud komitmen TNI dalam upaya mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan TNI, khususnya Kodim 1417 Kendari.," kata Alamsyah.

Kodim 1417 Kendari menyambut baik program pembentukan kader penyuluh bahaya Narkoba bagi personel bintara pembina desa (Babinsa) yang keseharian bersentuhan dengan warga masyarakat di wilayah tugas mereka.

"Kemitraan BNN dengan Kodim 1417 Kendari tentang pencegahan Narkoba diharapkan berkelanjutan sebagai sarana memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba," kata Dandim Kendari.

Ia menambahkan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dewasa ini sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan karena merusak kualitas maupun kuantitas generasi bangsa.

"Pembentukan kader penyuluh pencegahan Narkoba diharapkan tidak sekadar seremoni tetapi sebagai momentum untuk terus menguatkan tekad dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, khususnya dalam pembinaan masyarakat dalam jajaran wilayah binaan Kodim 1417 Kendari.

Bagi prajurit di era modern ini, salah satu satu musuh yang harus di perangi adalah Narkoba yang dapat menyelinap ke seluruh kalangan tanpa memandang jenis kelamin dan profesi yang efeknya merugikan pemakainya," ujar Dandim lagi.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Kendari Murniaty mengatakan bila Narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi dosis dapat mengakibatkan ketergantungan yang mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis.

Narkoba dapat menyebabkan kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh vital, seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan Narkoba pada seseorang ditentukan jenis yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

BNN bersama pemangku kepentingan lain terus berupaya melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba untuk memberantas dan memutus mata rantai Narkoba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba bnn

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top