Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Upah Minimum Provinsi Sulsel Ditetapkan Rp3,1 Juta

Dewan Pengupahan Provinsi Sulsel menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2020 sebesar Rp3,1 juta.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  16:40 WIB
Perajin membuat atap dari daun sagu di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/10/2019). Perajin menerima upah jasa menjahit Rp500 per lembarnya dan sehari mampu menyelesaikan sekitar 50 lembar atap, sementara atap daun sagu dijual seharga Rp2.500 per lembarnya. - Antara/Jojon
Perajin membuat atap dari daun sagu di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/10/2019). Perajin menerima upah jasa menjahit Rp500 per lembarnya dan sehari mampu menyelesaikan sekitar 50 lembar atap, sementara atap daun sagu dijual seharga Rp2.500 per lembarnya. - Antara/Jojon

Bisnis.com, MAKASSAR - Dewan Pengupahan Provinsi Sulsel menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2020 sebesar Rp3,1 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Agustinus Appang mengatakan ketetapan tersebut berdasarkan putusan pada rapat bersama dewan pengupahan beberapa waktu lalu.

Adapun rekomendasi penetapan kenaikan UMP tersebut mengacu pada PP Nomor 78/2015 Tentang Pengupahan. Dewan Pengupahan menyepakati kenaikan UMP ini sudah mempertimbangkan kebutuhan hidup layak.

Agustinus menjelaskan, unsur dewan pengupahan meliputi organisasi pengusaha, serikat pekerja, akademisi, hingga rim pakar.

"Kenaikan UMP ini berdasarkan rapat yang digelar pada 25 Oktober lalu. Tetap mengacu PP 78. Kami memutuskan untuk menyepakati UMP 2020 itu berdasarkan PP 78," kata Agustinus, Rabu (30/10/2019).

Rapat bersama pembahasan UMP juga merupakan tindak lanjut surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan nomor: B-M/308/HI.01.00/X/2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang menjadi dasar penentuan besaran kenaikan UMP.

UMP Sulsel naik Rp200.000 dari upah 2019 sebesar Rp2,86 juta.

Agustinus mengatakan berdasarakan edaran Kemenaker UMP mengalami kenaikan sebesar 8,51%. Penetapan tersebut akan diteken melalui surat keputusan (SK) Gubernur Sulsel.

"Targetnya, kenaikan UMP Sulsel akan diumumkan pada 1 November 2019. Ini sementara berproses di biro hukum," ungkap Agustinus.

Selanjutnya, pemberlakukan regulasi tersebut baru efektif pada Januari 2020 mendatang. Sosialisasi di tingkat kabupaten/kota juga akan dilakukan oleh Disnakertrans Sulsel jika SK tersebut sudah diterbitkan.

Agustinus tak menampik, kenaikan UMP ini kedepan bakal sulit diterapkan pada pengusaha tertentu. Utamanya, pada usaha kecil mikro menengah (UMKM). Oleh sebab itu, dalam klasifikasi mengenai perusahaan, ada jenis perusahaan besar, dan UMKM.

"UMKM bisa jadi tidak mampu membayar pekerjanya sesuai UMP. Tapi Disnakertrans akan terus membina UMKM agar kualitas usahanya semakin meningkat," katanya. (K36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel upah minimum
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top