Badan Penanggulangan Bencana Siapkan Tenda Korban Kebakaran Gowa

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Gowa mengakibatkan sejumlah kepala keluarga harus mengungsi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  19:27 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Siapkan Tenda Korban Kebakaran Gowa
Asap dari lokasi kebakaran hutan pinus Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/10/2019). Kebakaran hutan pinus yang terjadi sejak Minggu (20/10/2019) tersebut semakin meluas hingga mencapai 20 hektare hutan yang terbakar. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, MAKASSAR — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Gowa mengakibatkan sejumlah kepala keluarga harus mengungsi ke tenda pengungsian yang sudah disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa.

Tercatat enam kecamatan di wilayah tersebut yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Meski belum bisa dipastikan penyebab kebakaran hutan tersebut, namun Pemkab Gowa terus melakukan langkah antisipasi dalam penanganannya.

Kepala BPBD Gowa Iksan Parawangsa mengatakan Karhutla yang terjadi di Gowa berada tidak jauh dari pemukiman warga. Oleh karenanya, masyarakat di kawasan hutan yang terbakar diminta untuk menempati tenda pengungsian yang sudah disiapkan oleh BPBD Gowa.

"Kami membuka 20 tenda pengungsian, sementara ini baru ada 20 kepala keluarga yang baru dievakuasi. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Iksan, Selasa (22/10/2019).

Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gowa, Manggala Agni, TNI dan Polri masih terus melakukan upaya pemadaman api. Diketahui, karhutla mulai terjadi sejak Minggu (20/10/2019). Di mana menurut data BMKG, suhu bumi di wilayah Sulsel saat itu mencapai 38°C.

Tim pemadaman api dihadapkan dengan kondisi angin yang tidak menentu. Sehingga proses pemadaman cukup sulit dilakukan. Kendati demikian, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Adapun titik karhutla terjadi di enam kecamatan yakni Kecamatan Parangloe, Manuju, Parigi, Tompobulu, Bontolempangan, dan Tinggimoncong.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni mengatakan diperkirakan Karhutla yang terjadi saat ini skalanya lebih besar. Tim penanganan yang dibentuk tersebut juga telah dibantu warga agar api bisa padam lebih cepat.

Rauf menyatakan, para tim diminta untuk tidak meninggalkan kawasan Karhutla sebelum api benar-benar padam.

"Dari kejadian ini kita belajar untuk harus lebih waspada. Utamanya bagi warga di sekitar kawasan hutan. Kami juga mengimbau pada masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatiannya," terangnya.

Secara umum Pemkab Gowa belum bisa memastikan luas lahan yang terbakar. Sementara itu untuk status kebencanaan, masih akan dibahas apakah status kebencanaan siaga bencana akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat atau tetap dianggap sebagai status siaga saja.

"Ini tidak bisa langsung, perlu dibahas bersama, karena menaikkan status kebencanaan itu ada aturannya masing-masing," sebut Rauf. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top