PLN Kebut Pembangunan 5 Jaringan Transmisi dan Gardu di Sulawesi

Adapun pembangunan prioritas ini meliputi 5 jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Mamuju Baru – Pasangkayu, Siwa – Palopo, Tanjung Bunga – Punagaya, Kendari – Puuwatu dan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Topoyo.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  14:20 WIB
PLN Kebut Pembangunan 5 Jaringan Transmisi dan Gardu di Sulawesi
Petugas memasang instalasi kabel listrik di dusun Baranang, Desa Kamiri, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (15/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Usai merampungkan pembangunan Tol Listrik Sulawesi tahap I, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bergegas menyelesaikan 5 pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan lainnya yang tersebar di Sulawesi Barat, Selatan dan Tenggara.

Adapun pembangunan prioritas ini meliputi 5 jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Mamuju Baru – Pasangkayu, Siwa – Palopo, Tanjung Bunga – Punagaya, Kendari – Puuwatu dan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Topoyo.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan (UIP Sulbagsel) I Putu Riasa mengatakan bahwa proses pembangunan guna memperluas jangkauan Tol Listrik Sulawesi Tahap I itu diupayakan rampung akhir tahun ini.

“Tol Listrik Sulawesi Tahap I yang telah terinterkoneksi akan segera kita tingkatkan cakupannya mengingat potensi industri di Pulau Sulawesi sangat berlimpah dan tersebar di banyak wilayah,” ujarnya seperti keterangan resmi Sabtu (19/10/2019).

PLN juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI Kodam XIV / Hasanuddin, TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang telah sukses mengawal pembangunan Tol Listrik Sulawesi Tahap I sebelumnya.

Putu mengharapkan sinergi, dukungan dan doa restu dari segenap masyarakat, pemerintah serta aparat setempat dapat berlanjut selama proses pembangunan.

Terkait dengan pembangunan prioritas di Sulawesi Barat, PLN tengah membangun jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 363 kilo meter sirkuit (KMS) yang membentang dari Mamuju Baru, Topoyo sampai dengan Pasangkayu.

“Berlokasi di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, pembangunan Gardu Induk Topoyo berkapasitas 30 MVA sudah mencapai progress 70,35 persen,” ujarnya.

Percepatan pembangunan ini dilakukan dalam upaya mempersiapkan Sulawesi Barat sebagai provinsi penyangga bagi Ibu Kota baru pada 2024.

Selain itu juga untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas bagi Kota Palu dan sisi barat Sulawesi Tengah pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi 2018 silam.

Adapun untuk di Sulawesi Selatan, jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 118,78 kms yang terbentang dari Tanjung Bunga sampai dengan Punagaya sedang dalam proses penarikan konduktor.

“Hal ini senada dengan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Siwa hingga Palopo yang memiliki lintasan sepanjang 179,42 kms, PLN juga tengah melakukan penarikan konduktor dan pengecekan tiap tower secara paralel,” ujarnya.

Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, pembangunan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Kendari sampai dengan Puuwatu sudah mencapai progres sebesar 89,38 persen. “Saat ini, pembangunannya dalam tahap penarikan konduktor,” ujarnya.

Menurutnya perluasan jangkauan Tol Listrik Sulawesi Tahap I menjadi penting bagi pertumbuhan investasi mengingat industri berat, smelter dan produk turunannya semakin menjamur di Sulawesi Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top