Mendorong Ekosistem Electrical Lifestyle di Sulselrabar

PLN telah memulai langkah kampanye Electrical Lifestyle terhadap khalayak di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (Sulselrabar) melalui manfaat penggunaan kompor induksi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  13:35 WIB
Mendorong Ekosistem Electrical Lifestyle di Sulselrabar
Kampanye electrical lifestyle oleh PLN UIW Sulselrabar

Bisnis.com, MAKASSAR -- Listrik saat ini telah menjadi kebutuhan vital dalam menunjang beragam aktivitas personal maupun dalam skala yang lebih besar. Kini kehadiran listrik telah pula ikut menopang perkembangan dunia menjadi lebih pesat paralel dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang erat kaitannya dengan penggunaan listrik.

Ini juga berlaku di Indonesia yang mengalami kemajuan yang signifikan dalam mengembangkan listrik hingga ke pelosok di penjuru negeri. Pada titik tersebut, PT PLN (Persero) sebagai operator sigap memberikan pasokan yang maksimal serta efisien dalam memenuhi kebutuhan listrik yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Salah satu manifestasi dari hal tersebut dilakukan melalui konsep Electrical Lifestyle, sebuah terobosan dalam mendorong ekosistem dengan gaya hidup baru melalui penggunaan peralatan serba elektrik. Mulai dari kompor induksi, motor listrik serta SPLU yang secara umum mengadopsi prinsip dan komitmen yang bebas emisi dan ramah lingkungan.

Khsusus untuk konsep tersebut, PLN telah memulai langkah kampanye terhadap khalayak di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (Sulselrabar) melalui manfaat penggunaan kompor induksi. Efesiensi dan efektvitas menjadi nilai plus penggunaan kompor induksi atau kompor listrik lantaran masyarajat tidak perlu lagi kewalahan memikirkan tabung gas ketika habis, seperti kompor konvensional pada umumnya.

Menurut General Manager Pemasaran PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar Ismail Deu, memasak menggunakan kompor induksi ternyata jauh lebih hemat dibandingkan kompor konvensional bahkan telah dilengkapai dengan kitchen set yang lengkap dan modern. Selain itu, penggunaan kompor induksi dalam memasak tidaklah merepotkan. Tinggal colok ke listrik, pencet tombol, letakkan alat masak, dan anda sudah bisa memasak dengan mudah.

Sebagai informasi, kompor induksi memanfaatkan reaksi elektromagnetik dari listrik yang dihasilkan antara kompor dengan alat masak saja. Melalui reaksi tersebut, akhirnya menghasilkan panas yang menyebar secara merata dan lebih cepat masak dibanding menggunakan kompor biasa.

Kompor induksi juga dapat diatur suhu panasnya sesuai selera, tak seperti pada kompor biasa nya yang dikira-kira besar api. Melalui pengaturan suhu, pastinya bisa meminimalisir kegosongan atau over cook pada makanan sehingga bisa memasak dengan tingkat kematangan yang diinginkan.

“Jika memasak menggunakan kompor induksi, nantinya kita dapat menghemat sampai dengan 44% dibanding menggunakan kompor konvensional,” ujar Ismail, Selasa (15/10/2019).

Dia menguraikan, estimasi itu hasil perbandingan 1 kWh dengan tabung gas 12 kg, dalam memanaskan 10 liter air. Tabung gas 12 kg membutuhhkan 0,013007296, jika dikalikan dengan Rp160.000 (asumsi harga gas 12 kg) maka diperoleh Rp2.055. Kemudian untuk 1 kWh membutuhkan 0,9722222, jika dikalikan dengan 1.467 (harga 1 kWh) maka diperoleh Rp1.426. Sehingga, lanjut dia, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kompor induksi dapat menghemat sampai dengan 44% dibanding dengan menggunakan kompor konvensional.

Selanjutnya kampanye Electrical Lifestyle yang dikampanyekan PLN UIW Sulselrabar adalah kendaraan berbasis tenaga listrik, yakni sepeda motor seiring kebutuhan mode transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Saat ini listrik menjadi alternatif pilihan yang paling mudah diterapkan di indonesia.
"Secara perkembangan teknologi mode (listrik) mudah untuk diaplikasikan," kata Ismail Deu.

Melihat banyaknya mode transportasi roda dua yang masih menjadi primadona, PLN menilai bahwa elektrifikasi sepeda motor juga sangat memungkinkan dan lebih mudah dibandingkan mobil jika dilihat pangsa pasar saat ini.

Dia memandang, perlunya gebrakan terhadap sepeda motor listrik bukanlah isapan jempol semata saja bagi PT PLN (Persero), hal ini dikarenakan kendaraan roda dua ini memiliki kelebihan tersendiri. Misalnya dari segi efisien, sepeda motor dengan pembakaran internal pada umumnya membutuhkan 1 liter untuk jarak 30 kilometer. Sedangkan motor listrik hanya membutuhkan 3 kWh untuk mencapau 60 kilometer.

Artinya, jika merujuk harga BBM jenis Pertamax yang harganya Rp10.050 (Oktober 2019), maka pengguna motor konvensional menghabiskan Rp20.100 untuk menempuh jarak 60 kilometer. Sedangkan pengguna motor listrik hanya mengeluarkan Rp4.401 untuk menempuh jarak yang sama dengan acuan tarif Rp1.467 per kWh.

Selain itu, Ismail Deu menyebutkan motor listrik dianggap ramah lingkungan, dikarenakan sumber listrik yang digunakan bisa diperoleh dari sumber-sumber alami, misalnya dari pembangkit tenaga angin dan panel surya (matahari). Otomatis, dibuang tak ada emisi gas buang yang diproduksi dibandingkan motor konvensional.

Guna menunjang ekosistem tren listrik itu, PLN melakukan pula sejumlah inovasi demi mendukung perkembangan kendaraan ramah lingkungan (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) di Indonesia, salah satunya dengan membangun Sistem Penyedia Listrik Umum (SPLU).

PLU merupakan fasilitas yang disediakan bagi masyarakat untuk memperoleh sambungan listrik tegangan rendah. Fasilitas ini ditujukan bagi usaha kecil dan menengah, khususnya PKL. SPLU juga dimanfaatkan warga untuk keperluan lain, seperti penyelenggaraan pesta rakyat. Saat ini, SPLU yang sudah terinstalasi di seluruh wilayah Sulselrabar sebanyak 330 titik.

Selain menjawab kebutuhan usaha kecil dan menengah akan tenaga listrik, SPLU juga merupakan solusi bagi PLN untuk mengurangi pencurian listrik di ibukota. Program ini mendukung program penataan jaringan yang sedang digalakkan PLN.

Sebagaimana diketahui, PKL biasa menyambung jaringan tanpa memperhatikan aspek keamanan. Melalui SPLU, Ismail Deu menyebutkan akan mempermudah PKL dalam berjualan dan sebagai langkah praktis dalam memudahkan masyarakat perihal kelistrikkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik

Editor : Amri Nur Rahmat
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top