Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa di DPRD Sulut

Peserta aksi antara lain mahasiswa IAIN Manado dan Universitas Sam Ratulangi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 September 2019  |  13:33 WIB
Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa di DPRD Sulut
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Manado menggelar aksi menolak RUU KUHP, meminta pembatalan UU KPK, dan mendesak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di depan kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Manado, Rabu (25/9/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA -- Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor DPRD Sulawesi Utara, Manado, Rabu (25/9/2019), berhamburan mengamankan diri menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi.

Berdasarkan pantauan Bisnis, sekitar pukul 13.30 WITA, mahasiswa IAIN Manado telah memadati pintu gerbang kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut). Mereka menyuarakan penghapusan RUU KUHP, pembatalan UU KPK, dan mendesak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Mahasiswa dan peserta aksi lainnya menghindari tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi di depan kantor DPRD Sulawesi Utara, Manado, Rabu (25/9/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata ke peserta aksi. Mahasiswa langsung berhamburan untuk menghindari tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi.

Selain mahasiswa IAIN Manado, barisan mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi juga ikut serta dalam aksi tersebut. Mereka mengisi sisi pintu gerbang kantor DPRD lainnya yang sebelumnya tidak dijaga aparat.

Ada pula massa beratribut merah yang mengenakan atribut GMNI, GMKI, HMI, dan LMND.

Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor DPRD Sulawesi Utara, mendesak masuk ke kantor dewan untuk menyampaikan aspirasi, di Manado, Rabu (25/9/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Sebelum gas air mata ditembakkan polisi, tepatnya pukul 12.00 WITA, para mahasiswa sempat membakar ban. Tidak lama berselang, perwakilan dari DPRD sempat menemui mahasiswa dan menjajikan akan mengadakan pertemuan di dalam gedung dengan pimpinan aksi.

Namun, sampai pukul 12.30 WITA, para mahasiswa tidak kunjung diberi kesempatan masuk. Akibatnya, situasi sempat memanas karena terjadi lemparan botol mineral, ranting kayu, serta beberapa benda lainnya ke arah polisi yang berjaga di pintu gerbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut, ruu kuhp

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top