Jalur Lingkar Tengah Makassar Diuji Coba

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar akhirnya mulai melakukan tahap uji coba middle ring road (MRR).
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  16:55 WIB
Jalur Lingkar Tengah Makassar Diuji Coba
Ilustrasi. - Antara/Syaiful Arif

Bisnis.com, MAKASSAR — Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar akhirnya mulai melakukan tahap uji coba middle ring road (MRR) atau jalur lingkar tengah yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Dr Leimena.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua sampai tiga hari ke depan. Sebelum ditetapkan rekayasa lalin terbaik.

Kepala Seksi Andalalin Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Gazali Mudji mengatakan, karena sifatnya yang masih uji coba maka rekayasa lalu lintas yang diterapkan untuk MRR tersebut belum permanen.

Uji coba jalur tersebut ditandai dengan pembukaan barrier (pembatas) beton yang selama ini menutupi jalur MRR baik di ujung Jalan Perintis Kemerdekaan, maupun di tembusan Jalan Dr Leimena.

"Selama masa uji coba ini seluruh pihak terkait akan mengevaluasi arus lalu lintas di jalur lingkar ini. Alternatifnya, akan dipasang kamera di beberapa titik untuk pemantauan yang dianggap rawan," kata Gazali, Kamis (8/8/2019).

Di tahap awal uji coba ini, pihaknya akan melihat progres melalui enam kamera yang dipasang di beberapa titik. Gazali merincikan penempatan kamera pengamatan di enam titik yakni awal ruas MRR Jalan Perintis Kemerdekaan, akhir Ruas MRR Jalan Dr Leimena, U-Turn sebelum Carrefour (ke arah pusat Kota Makassar), simpang bersinyal ruas Jalan Perintis-Leimena-Urip Sumiharjo, jembatan simpang Leimena-Inspeksi Pam-Abdulah Dg Sirua, dan jembatan simpang Leimena-Bukit Baruga-Antang Raya-Inspeksi Pam.

"Fasilitas ini disediakan langsung oleh BBPJN. Kamera pemantauan tersebut akan merekam aktivitas lalu lintas pada saat jam puncak, baik pagi, siang, dan sore," jelasnya.

Hasil rekam pantauan kamera di beberapa titik selama uji coba itu, selanjutnya akan dievaluasi untuk ditetapkan kembali rekayasa lalin yang bakal dipermanenkan. Saat ini pihaknya hanya mencoba mensimulasikan rekayasa lalin sementara yang sudah ditetapkan dalam rapat sebelumnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) III Jalan Metropolitan BBPJN XIII Makassar, Malik menerangkan, pihaknya telah menyiapkan 42 titik lampu penerangan di jalur MRR. Termasuk pemasangan rambu-rambu, utamanya di masing-masing ujung jalan Perintis Kemerdekaan-Dr Leimena.

Terdapat ada 8 rambu di jalur MRR. Nantinya akan ditambah lagi sekitar 18 titik, baik itu rambu tanda larangan dan petunjuk arah. Malik menyebut, pihaknya masih akan mengevaluasi lagi penempatan rambu selanjutnya.

"Tapi yang diutamakan itu rambu penunjuk arah di depan tembusan jalan Leimena mau dipasang dulu," kata Malik.

Selain itu, lanjutnya lagi, bukaan putar balik arah atau u-turn di Jalan Perintis Kemerdekaan juga akan diberi rambu penunjuk arah. Di jalan itu pula, akan dievaluasi terkait fungsi dan dampak u-turn yang ada di beberapa titik terhadap konektivitas jalur lingkar tengah.

"Rencana dua atau tiga hari kita akan evaluasi. Sampai menetapkan rekayasa lalu lintas yang dipermanenkan. Kita juga evaluasi bukaan u-turn, yang mana pantas dibuka, mana yang mau diperlebar," jelas Malik.

Diketahui, proyek MRR ini memiliki panjang keseluruhan 7,08 kilometer dengan lebar rencana badan jalan mencapai 42 meter. Adapun, kebutuhan biaya konstruksi sebelumnya ditaksir Rp354 miliar. Progres pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan MRR dengan nilai kontrak Rp174 miliar lebih diberi target 3,05 kilometer. (K36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top