860 Hewan Kurban di Makassar Tak Layak Potong

Hasil pemeriksaan tim di sejumlah titik penampungan hewan kurban terdapat sebanyak 860 ekor dinyatakan tidak layak dikurbankan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  13:15 WIB
860 Hewan Kurban di Makassar Tak Layak Potong
Ilustrasi pasar hewan. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAKASSAR — Dinas Peternakan Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyatakan hasil pemeriksaan tim di sejumlah titik penampungan hewan kurban terdapat sebanyak 860 ekor dinyatakan tidak layak dikurbankan.

"Untuk jumlah populasi hewan kurban jenis sapi telah diperiksa tim sebanyak 4.098 ekor. Yang layak 3.326 ekor, tidak layak 772 ekor sapi," sebut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan DP2 Makassar, Andi Herliyani saat dialog rutin Pemkot Makassar, Kamis (8/8/2019).

Sementara untuk hewan kurban jenis kambing yang telah diperiksa sebanyak 263 ekor, hanya 175 ekor yang layak, sedangkan sisanya ada 88 ekor yang dianggap tidak layak. Bila dihitung totalnya terdapat 860 ekor hewan kurban yang dianggap tidak layak.

Terkait dengan pemeriksaan hewan kurban di penampungan pada sejumlah titik, kata Herliyanti, pihaknya telah membentuk tim dan bekerja sejak Sabtu lalu dengan melibatkan tim dokter hewan dari Universitas Hasanuddin, 58 orang, Dinas Kesehatan Makassar, dan Dinas DP2 sebanyak 47 orang, sementara 20 orang dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Herliyanti mengatakan, teknis setelah pemeriksaan hewan tersebut dari tim, akan diberikan label stiker berwarna kuning ditanduknya, selanjutnya diberikan kartu berwarna hijau usai pemeriksaan bila dinyatakan layak potong.

"Jadi nomor registrasi di kartu yang diberikan sesuai dengan stiker pada hewan kurban. Masyarakat diimbau untuk membeli hewan kurban yang sudah diperiksa juga dikenakan label pemeriksaan agar aman, sehat dan halal," paparnya.

Menurut dia, hewan yang dianggap tidak layak tersebut bisa saja dipotong, hanya saja tidak masuk kriteria sebagai hewan kurban setelah diperiksa memiliki cacat, katarak, kurus dan belum cukup umur.

Direktur operasional Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Makassar, Ahmad Susanto dalam diskusi itu mengatakan, pihaknya siap menyediakan stok daging jelang dan pascalebaran kurban tahun ini.

Meski demikian, tahun ini pemesanan lebih sedikit menurun dari tahun sebelumnya, mengingat daya beli masyarakat ikut menurun serta banyaknya orang ikut berkurban. Begitupun banyak lembaga kemanusiaan juga membuka layanan hewan kurban.

"Kami tetap menyediakan stok daging. Tentu ada peningkatan signifikan di hari biasanya. Untuk hari biasa telah disiapkan 23 ton daging konsumsi. Sedangkan untuk kebutuhan lebaran bisa mencapai 1000 persen," beber dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar, hewan kurban

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top