Phinisi Hospitality Manfaatkan Produk UMKM Dekranasda Sulsel

Phinisi Hospitality Indonesia sepakat untuk memanfaatkan produk milik usaha mikro kecil menengah (UMKM) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel di setiap jaringan perhotelannya.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  21:03 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR -- Phinisi Hospitality Indonesia sepakat untuk memanfaatkan produk milik usaha mikro kecil menengah (UMKM) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel di setiap jaringan perhotelannya.

CEO Phinisi Hospitality Indonesia, Anggiat Sinaga mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan MoU bersama Dekranasda Sulsel. 

"Kami sudah melakukan teken kerja sama untuk menggunakan produk kerajinan maupun kuliner dari Dekranasda Sulsel. Sudah ada 1.000 pasang sendal kerajinan milik Dekranasda Sulsel yang kami order," katanya, Selasa (6/8/2019).

Dijelaskan Anggiat, PHI berkomitmen untuk mengambil bagian dalam setiap program Dekranasda guna menumbuhkan ekonomi kreatif di Sulsel. Ia mengapresiasi setiap produk kerajinan maupun kuliner yang dimiliki Dekranasda Sulsel. Menurut Anggiat, kualitasnya tak kalah saing dengan produk modern. 

Selain menggunakan produk kerajinan sendal, jaringan hotel PHI yakni Hotel Claro Makassar, Hotel Dalton, Hotel The Rinra, dan Hotel Almadera juga memanfaatkan produk kopi dari UMKM Dekranasda. Ke depan beberapa produk lain juga akan dihadirkan ke seluruh jaringan hotel PHI. 

"Produknya sudah layak masuk dinhotel berbintang. Sementara sandal dan kopi dulu, akan menyusul souvenir dan minuman markisa," kata Anggiat yang juga merupakan Ketu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel. 

Ke depan lanjutnya lagi, tak hanya jaringan hotel milik PHI yang akan menggunakan produk-produk itu tetapi juga seluruh perhotelan yang tergabung dalam PHRI. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal juga akan meningkat dan memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi kreatif di Sulsel. 

Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F Nurdin menambahkan, produk sendal yang digunakan oleh PHI merupakan kerajinan tangan asli yang dibuat dari eceng gondok oleh UMKm binaan Dekranasda Sulsel. 

"Kami senang dengan kesepakatan bersama PHI grup. Bila seluruh hotel sudah serentak untuk menggunakan produk khas dari Dekranasda Sulsel, secara langsung akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya. 

Liestiaty mengatakan, Sulsel memiliki beragam produk lokal yang berpotensi untuk dipasarkan baik secara lokal maupun internasional. Salah satu media yang bisa menjadi tempat dipasarkan produk itu menurutnya adalah industri perhotelan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel, makassar phinisi seaside

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top