Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPS : Pendataan Termutakhir Potret Potensi Riil Sulut

Data menjadi acuan untuk melihat komoditas atau sektor unggulan apa yang benar-benar berkembang di Sulut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  18:22 WIB
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono.
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono.

Bisnis.com, MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mengharapkan penyusunan Inter-Regional Input Output (IRIO) 2019 dapat dimaksimalkan dalam proses penyusunan rencana pembangunan dalam mengurangi kesenjangan di daerah.

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono mengatakan bahwa penyusunan tabel Input Output (IO) Sulut diperkirakan rampung pada tahun depan. Setelah itu, IO akan digabungkan oleh BPS Pusat dengan IO dari 34 provinsi menjadi IRIO.

“Sementara ini sedang dihitung, mudah-mudahan tahun depan IO-nya sudah selesai, tapi kalau IRIO-nya kan itu pusat yang menggabungkan. Sebenarnya di negara lain sudah digunakan, cuma di Indonesia tantangannya lain,” jelasnya.

Dia mengatakan, penyusunan IRIO di Indonesia tidak mudah mengingat lanskap Indonesia merupakan negara kepulauan. Pergerakan kegiatan ekonomi lebih sulit dipetakan dengan kondisi itu dibandingkan di negara nonkepulauan.

Penyusunan IO dilakukan dengan melakukan survei terhadap para pelaku usaha dan para pihak terkait untuk mengumpulkan data. Setelah itu, data diolah kembali untuk menjadi IO Sulawesi utara. Hal yang sama dilakukan secara nasional di seluruh provinsi.

Dia mengatakan, tabel IO akan menjadi acuan untuk melihat komoditas atau sektor unggulan apa yang benar-benar berkembang di Sulut. Setelah menjadi IO, informasi menjadi lebih lengkap karena dapat melihat peranan Sulut dalam ekonomi Indonesia secara umum.

“Komoditas unggulannya apa, kemudian linkage-nya bagaimana, dan yang paling kuat yang mana, karena kalau sudah linked ke nasional akan lebih bagus lagi. Akan terlihat, Sulawesi Utara itu posisinya di nasional seperti apa? Hasil produksi mana yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan daerah lain,” jelasnya.

IRIO juga akan menjadi acuan pemerintah pusat dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di masa mendatang.

Sulut memiliki sejumlah potensi untuk berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Presentase penduduk miskin di Sulut per akhir Maret misalnya, tercatat sebesar 7,66%, lebih baik dari rata-rata nasional. Rasio gini Sulut sebesar 0.36 juga tercatat lebih rendah dari rasio secara nasional.

Namun demikian, masih banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi Sulut. Contohnya, kontribusi ekspor yang masih rendah, hanya 0,4% sepanjang Januari—Juni. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sulut sebesar 5,37%, lebih tinggi dari TPT nasional.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut Rudi Mokoginta mengharapkan, IRIO akan memberikan data penunjang untuk mengurangi kesenjangan yang ada. Selain itu, IRIO diharapkan menjadi acuan dalam mengatur strategi pemaksimalan ekonomi Sulut.

“Kami memerlukan data untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya Sulawesi Utara di mana yang tertinggi dan mana yang masih rendah, dengan ini kami bisa mana-mana yang perlu kami dorong,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulawesi utara
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top