Realisasi Penerimaan Pajak Suluttenggomalut Rp4,39 Triliun

Realisasi penerimaan itu mencapai 42,6% dari target sebesar Rp10,31 triliun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  17:40 WIB
Realisasi Penerimaan Pajak Suluttenggomalut Rp4,39 Triliun
Kabid Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Suluttenggomalut F.N. Rumondor.

Bisnis.com, MANADO – Realisasi penerimaan pajak Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) hingga pertengahan Juli mencapai Rp4,39 triliun, tumbuh sekitar 7,5% secara tahunan.

Kabid Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Suluttenggomalut F.N. Rumondor menuturkan, sampai dengan 18 Juli, realisasi penerimaan itu mencapai 42,6% dari target sebesar Rp10,31 triliun. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu, total penerimaan mencapai Rp4,08 triliun.

“Tahun ini kami ditarget Rp10,3 triliun, realisasinya baru sekitar 42% secara rata-rata, tapi ada juga yang kecil seperti Kotamobagu, Tahuna, bahkan Luwuk baru 11%. Yang paling tinggi realisasinya, adalah Poso 54,64%, Toli-toli juga bagus, tapi targetnya kan hanya kecil,” jelasnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Realisasi penerimaan di Wilayah Poso, kata dia, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di sektor pertambangan, khususnya untuk komoditas nikel. Dengan adanya pembangunan sejumlah smelter di sana, perekonomian kabupaten tersebut tumbuh tinggi.

Dia menuturkan, target penyumbang pajak terbesar adalah Manado dan Bitung. Namun, realisasi penerimaan dari dua wilayah itu masing-masing baru mencapai 43,59% dan 45,17%. Adapun, target Manado dan Bitung adalah Rp2,18 triliun dan Rp929,35 miliar.

Rumondor menjelaskan, realisasi penerimaan pajak wilayah Manado dan Bitung masing-masing mencapai Rp954,28 miliar dan Rp419,78 miliar. Menurutnya, penyebab masih rendahnya penerimaan di dua wilayah itu adalah masih minimnya belanja pemerintah pada Semester I/2019.

Dia optimistis, nilai realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun akan meningkat di dua wilayah itu seiring dengan realisasi belanja pemerintah daerah. Adapun, hingga saat ini realisasi belanja pemerintah baru mencapai sekitar 20% dari anggaran.

“Hal ini berkorelasi dengan dengan DIPA, dengan DAU, DAK, itu sampai dengan hari ini baru terserap kurang lebih 20%, ini informasi dari Kepala Kantor Manado, saya pikir Bitung juga juga tidak jauh-jauh kondisinya, begitu juga Kotamobagu,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, sulut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top