Kementan Tinjau Pilot Proyek Kakao di Kolaka Timur, Sultra

Kasubdit Tanaman Penyegar Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan tanaman kakao sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang dimiliki Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  17:47 WIB
Kementan Tinjau Pilot Proyek Kakao di Kolaka Timur, Sultra
Buah kakao - Bisnis.com

Bisnis.com, KOLAKA – Kasubdit Tanaman Penyegar Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan tanaman kakao sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang dimiliki Indonesia.

Menurut Hendratmojo Bagus Hudoro saat kunjungan ke Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/7/2019), wilayah Indonesia yang cocok akan tanaman kakao khususnya di daerah Sulawesi bisa mengangkat komoditas tanaman kakao sebagai salah satu pendorong bagi kesejahteraan petani.

"Komoditas kakao menjadi incaran negara-negara lain karena selain Indonesia dan Pantai Gading yang memiliki tanaman kakao," katanya usai meninjau pilot proyek korporasi tanaman kakao di Kabupaten Kolaka Timur.

Menurutnya, Kolaka Timur sebagai salah satu daerah percontohan tanaman kakao secara nasional khususnya korporasi Lembaga Ekonomi Masyarakat petani kakao.

Bahkan, kata Hendrotmojo, tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Kolaka Timur akan menjadi salah satu daerah percontohan untuk studi banding daerah lain dalam pengembangan tanaman kakao.

"Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik sehingga menjadi daerah percontohan khususnya pengelolaan tanaman kakao ssecara Nasional," ungkap Hendrotmojo.

Dia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten khususnya Dinas Perkebunan Kolaka Timur untuk selalu melakukan koordinasi bersama Kementerian Pertanian guna meningkatkan potensi petani kakao.

Begitu juga dengan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM), kata dia, di mana semua anggotanya adalah petani kakao merupakan pelaku utama proyek percontohan untuk bisa bekerja secara mandiri sehingga meningkatkan kesejahteraan.

"Kalau ada kendala di lapangan segera melakukan kordinasi sehingga semua persoalan bisa diselesaikan," ungkap Hendrotmojo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kakao, sulawesi tenggara

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top