Kementerian PUPR Buka Jalur Kebon Kopi Sulteng yang Tertutup Longsor

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulihkan arus lalu lintas yang sempat terputus akibat longsor di ruas jalan Tawaeli–Kebonkopi–Toboli atau dikenal sebagai jalur Kebon Kopi, Sulawesi Tengah.
Krizia Putri Kinanti | 04 Juni 2019 19:39 WIB
Ilustrasi - Bencana longsor di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulihkan arus lalu lintas yang sempat terputus akibat longsor di ruas jalan Tawaeli–Kebonkopi–Toboli atau dikenal sebagai jalur Kebon Kopi, Sulawesi Tengah.

Terdapat lima titik longsoran besar dan sejumlah longsoran kecil yang mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas pada koridor Tawaeli–Kebonkopi–Toboli. Hal tersebut mengakibatkan antrean kendaraan yang cukup panjang baik dari arah Parigi maupun dari arah Palu.

Sebagian besar longsoran besar terjadi pada lokasi pekerjaan penanganan jalan yang sedang berjalan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Sulteng. Longsoran besar menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas terputus yakni pada 4 titik di KM 56+300, 57+500, 57+700, 59+300, dan 59+700.

Penanganan tanggap darurat langsung dilakukan pada hari yang sama dimulai pagi hingga siang hari. Pembersihan diutamakan pada lokasi longsoran besar.

Kepala BPJN XIV Palu Satriyo Utomo mengatakan target utama penanganan darurat adalah jalan bisa fungsional. Alat berat diarahkan untuk membersihkan longsoran sehingga membuka arus lalu lintas minimal 1 lajur agar kendaraan yang sudah mengantri dapat melintas namun masih bergantian pada beberapa titik.

“Pada pukul 14.30 WITA, jalan sudah dapat dilintasi kendaraan dua arah. Selanjutnya terus pembersihan dan perapihan jalan sehingga bahu jalan dan lajur lalu lintas dapat dilalui secara normal,” katanya dalam siaran resmi yang diterima Bisnis, Selasa (4/6/2019).

Ruas jalan Tawaeli–Kebonkopi-Toboli (KM 19+100 – KM 67+000) merupakan bagian dari koridor ekonomi yang menghubungkan antara Sulawesi Selata–Sulawesi Barat–Sulawesi Tengah–Gorontalo–Sulawesi Utara. Ruas ini merupakan satu–satunya akses jalan nasional yang menghubungkan Lintas Barat dengan Lintas Tengah di Provinsi Sulteng.

Permasalahan yang terjadi pada koridor ini adalah stabilitas lereng akibat formasi batuan penyusun di sepanjang ruas sebagian besar sudah terkekarkan serta merupakan batuan lapuk yang menyebabkan seringnya terjadi longsor dari sisi tebing yang mengakibatkan tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Pada Tahun Anggaran 2019, terdapat 4 paket penanganan lereng pada koridor tersebut yang dilakukan oleh BPJN XIV Palu yakni Paket Rekonstruksi dan Penanganan Lereng Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli II (MYC), Rekonstruksi dan Penanganan Lereng Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli III (MYC), Penanganan Longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli IV dan Penanganan Longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli V.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2019, Kementerian PUPR menyiagakan 1 posko mudik di ruas jalan tersebut tepatnya Km 44+000. Posko dilengkapi alat berat berupa excavator, wheel loader, bulldozer, dan grader.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
longsor

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup