Pegadaian Manado Hindari Penurunan OSL Jelang Lebaran

Kenaikan portofolio bisnis non-gadai menjadi kunci PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah V Manado mempertahankan total oustanding loan (OSL) tidak turun tajam menjelang hari raya Idulfitri tahun ini.
Pegadaian Manado Hindari Penurunan OSL Jelang Lebaran Ilman A. Sudarwan | 31 Mei 2019 17:09 WIB
Pegadaian Manado Hindari Penurunan OSL Jelang Lebaran
Kantor Pegadaian - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, MANADO—Kenaikan portofolio bisnis sekunder menjadi kunci PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah V Manado mempertahankan total oustanding loan (OSL) tidak turun tajam menjelang hari raya Idulfitri tahun ini.

Kepala Kantor Pegadaian Wilayah V Manado Zulfan Adam menjelaskan, Pegadaian Manado membawahi enam provinsi, yakni Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Papua, dan Papua Barat. Total OSL dari keenam provinsi tersebut, lanjutnya mencapai Rp3,4 Triliun.

“Dari 6 provinsi, masih gadai emas yang jadi backbone-nya, itu sekitar 73% dari Rp3,4 triliun itu dari KCA [Kredit Cepat dan Aman]. Target kami tahun ini Rp3,6 triliun, jadi mudah-mudahan target tahun in akan tercapai,” katanya di Manado, Jumat (31/5/2019).

Dia mengatakan, total OSL akan diperkirakan akan meningkat pada kuartal III/2019 setelah pengaruh hari raya Idulfitri. Nasabah, lanjutnya, banyak melakukan penebusan atas harta yang digadaikan jelang momentum tersebut karena adanya kenaikan pendapatan dengan adanya tunjangan hari raya.

“Nanti di bulan Agustus, September, Oktober OSL akan naik lagi, tapi di Desember akan turun lagi karena ada Natal. Secara umum, kami optimistis target akan tercapai,” ujarnya.

Sebelumnya, Tjahyono Budi Utomo Assistant Vice President Business Analyst Pegadaian Kanwil V Manado mengatakan bahwa menjelang akhir Mei, total portofolio gadai mengalami penurunan sekitar Rp15 miliar—Rp20 miliar secara tahun berjalan.

Senada, dia menjelaskan penurunan itu merupakan pola musiman yang terjadi setiap menjelang hari raya. Menurutnya, meningkatnya kemampuan masyarakat untuk melakukan penebusan menjadi momok yang dihadapi Pegadaian setiap tahun.

“Jadi kalau rush itu seperti inflai saja, orang menebus terus menerus karena akan digunakan misalnya hari raya itu karena portofolio kami 70%—80% adalah KCA, itu kredit cepat aman. Biasanya mereka menebusnya perhiasan itu,” jelasnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Kendati demikian, penurunan portofolio gadai itu berhasil diimbangi dengan pertumbuhan portofolio kredit mikro non gadai yang meningkat sekitar Rp60 miliar secara tahun berjalan. Dia mengklaim, secara umum OSL Pegadaian Wilayah V Manado masih berhasil tumbuh.

“Memang ada penurunan di gadai Rp15 miliar—Rp20 miliar, tapi kami bisa imbangi dengan produk mikro, tumbuh sekitar Rp60 miliar, jadi tadi saya entri data, tanggal 20—29 Mei itu sudah Rp40 miliar lebih artinya sebelum itu ada transaksi, jadi perkiraan saya Rp60 miliar, kami ada peningkatan Rp40 miliar,” katanya.

Selain produk non gadai, Pegadaian juga mengembangkan berbagai produk lainnya seperti produk investasi tabungan emas. Nasabah bisa membuka tabungan tersebut secara luring, ataupun secara daring dengan mengunduh aplikasi Pegadaian Digital.

Pada pagi ini, Pegadaian Kanwil V Manado memberangkatkan delapan unit bus yang mengangkut 250 pemudik menuju Gorontalo. Peserta mudik bareng diperkirakan akan sampai di Serambi Madinah pada pukul 21.00 WITA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manado, pegadaian

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top