Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Backlog Perumahan di Gorontalo Capai 52.614 Rumah

Regulasi dinilai masih menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengurangi jumlah backlog yang saat ini masih mencapai 52.614 rumah.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  19:39 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO - Regulasi dinilai masih menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengurangi jumlah backlog yang saat ini masih mencapai 52.614 rumah.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba mengatakan pada 2018 tercatat, jumlah hunian yang dibangung pada 2018 mencapai 232.949. Adapun, rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun lalu tercatat mencapai 19.864 unit.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pemerintah pusat tengah mendorong pembangunan rumah di Indonesia sehingga bisa mengurangi angka backlog berdasarkan data pada 2015 mencapai angka 13,5 juta unit.

“Untuk mengatasi backlog dan RTLH ini, Pemprov Gorontalo sendiri telah melaksanakan program pembangunan rumah layak huni dengan total yang telah dibangun selang waktu tahun 2012-2018 sebanyak 4.989 unit,” katanya dikutip dari siaran pers, Kamis (9/5/2019).

Darda mengatakan, backlog juga terjadi dikarenakan implementasi aturan yang ada dipusat dan terkait dengan UU nomor 23 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk membangun rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

“Saya berharap, dalam rapat kerja bisa mendapatkan solusi untuk masalah-masalah yang timbul serta dapat memberikan usulan dan masukan konstruktif yang bisa memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Komersil Kementerian PUPR, Moch. Yusuf Hariagung, menjelaskan pada 2018 capaian program sejuta rumah menunjukkan tren yang meningkat. Pada tahun lalu total hunian yang dibangun mencapai 1.132.621 unit.

“Tahun ini kami memasang target lebih tinggi pada program Sejuta Rumah. Tahun ini targetnya 1.250.000 rumah yang harus terbangun,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

backlog perumahan gorontalo
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top