Palapa Ring Paket Tengah, Pulau Terluar Sulut Segera Bisa Akses Internet

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pemerataan sinyal dan jaringan internet di Bumi Nyiur Melambai dapat dirampungkan pada kuartal III/2019 seiring dengan beroperasinya jaringan Palapa Ring Paket Tengah.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  19:09 WIB
Palapa Ring Paket Tengah, Pulau Terluar Sulut Segera Bisa Akses Internet
Palapa Ring Jilid II. - infopublic.id

Bisnis.com, MANADO—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pemerataan sinyal dan jaringan internet di Bumi Nyiur Melambai dapat dirampungkan pada kuartal III/2019 seiring dengan beroperasinya jaringan Palapa Ring Paket Tengah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut Jetty Pulu mengatakan, jaringan 4G sudah sampai ke daerah kepulauan di Sulawesi Utara.

“Contohnya, di Kabupaten Sangihe itu sudah berjalan bagus, artinya tidak ada lagi sinyal lemah, sinyalnya sudah 100 persen. Setelah tes yang lalu, 4G sudah hidup sampai kepualauan terluar, Marore, Sangihe, Miangas, dan Talaud,” katanya kepada Bisnis, Rabu (8/5/2019).

Dia mengatakan bahwa hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi di sektor atau lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,63 persen pada kuartal I/2019. Sektor tersebut berkontribusi 0,46 persen pada sumber pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 6,58 persen.

“Jadi dari sisi peningkatan ekonomi bagus, pasti secara perlahan ada peningkatan. Umpamanya perikanan, informasi ikan hasil tangkapan pasti dia lebih cepat setelah jaringan internet ini ada di sana,” jelasnya.

Secara umum, lanjutnya jaringan pemerataan jaringan internet di Sulut saat ini sudah mencapai 80 persen. Dia mengatakan, Pemprov Sulut berharap pemerataan dapat terus meningkat mencapai 100 persen pada kuartal III/2019.

“Jadi tinggal bagaimana Gubernur dan Wagub memperjuangkan agar bisa merata secara full sampai dengan daerah-daerah yang paling luar, paling jauh untuk mendapatkan jaringan 100 persen. Karena kadang-kadang, di jam tertentu sinyalnya melemah,” katanya.

Dia mengatakan, di daerah Talaud misalnya sinyal 4G hanya dapat dirasakan secara maksimal pada waktu-waktu tertentu saja. Hal ini, lanjutnya, disebabkan oleh pemasangan BTS di daerah yang belum sepenuhnya rampung.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam pemasangan BTS adalah persoalan lahan. Beberapa lahan yang sudah diproyeksikan sebelumnya harus diganti karena tidak sesuai dengan kriteria dan kebtuhan pemasangan BTS.

“Di Pulutan misalnya, setelah dicek tanah yang tersedia tidak sesuai persyaratan pemasangan yang harus dekat penduduk dan jaringan listirik. Akhirnya ditunda, sampai ada tanah hibah yang baru dari masyarakat. Kemarin sudah didapatkan yang baru kurang lebih 300 meter,” tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa pemasangan BTS juga masih menunggu proses tender yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun, secara umum dia optimistis, pemasangaan dapat terselesaikan sesuai dengan harapan Pemprov Sulut.

“Ditenderkan dulu, tapi yang penting bagaimana masyarakat menyiapkan lahan yang bisa dihibahkan untuk pemasangan yang sesuai dengan syarat-syarat BTS. Selain itu kami akan memanfaatkan BTS yang kemarin yang sudah terpasang. Tinggal penguatan di daerah yang lemah dan tidak ada sinyal,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kominfo, sulut, palapa ring

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top