Kemendag-Pemprov Sulut Bersinergi Jaga Stabilitas Harga Sembako

Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan nasional 2019.
Ilman A. Sudarwan | 30 April 2019 20:35 WIB
Ilustrasi kegiatan di pasar tradisional - Antara

Bisnis.com, MANADO—Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan nasional 2019.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi melakukan pemantauan harga di beberapa pasar di Sulut pada awal pekan ini. Hasil pantauan tersebut, lanjutnya, menunjukkan beberapa harga bahan pokok masih stabil.

“Memasuki bulan puasa ini hasil pemantauan pasar rakyat di Manado menunjukkan harga bahan pokok stabil. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten, serta Satgas Pangan untuk mengawal harga dan pasokan,” katanya di Manado, Selasa (30/4/2019).

Hasil pemantauan tersebut kemudian dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sulut, Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, Bank Indonesia Perwakilan Sulut, dan beberapa pelaku usaha di Sulut.

Dia mengatakan, peranan teknologi diharapkan dapat berperan besar dalam menjaga harga bahan pokok di masa mendatang. Menurutnya, Sistem Informasi Harga Bahan Pokok yang diluncurkan Kementerian Perdagangan merupakan salah satu langkah awal.

“Masyarakat dapat melihat harga di pasar rakyat secara transparan, tidak hanya di pasar daerah Sulawesi Utara, tetapi juga pasar rakyat daerah lainnya,” ujarnya.

Sutriono juga menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menjalankan kebijakan mengenai HET beras untuk pasar rakyat, toko modern, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Diperlukan koridor hukum yang jelas sehingga para pelaku usaha dapat melakukan kegiatan sesuai dengan peraturan yang ada. Jika para pelaku usaha kedapatan melakukan penimbunan atau hal-hal yang melanggar regulasi, tentu nanti kami akan bersinergi dengan pemda atau instansi setempat untuk melakukan teguran bahkan hingga pencabutan ijin usaha,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan periode 29 April 2019, harga Mahan Pokok di Manado relatif stabil. Tercatat harga di Pasar Pinsungkulan dan Pasar Bersehati, untuk beras medium Bulog Rp9.450/kg, beras premium Rp11.000/kg—Rp12.500/kg, dan minyak goreng curah Rp10.500/liter—Rp11.000/liter.

Adapun, gula pasir terpantau berada pada kisaran harga Rp12.000/kg. Sementara itu, cabai merah keriting seharga Rp25.000/kg, bawang merah Rp42.000-Rp48.000/kg, daging ayam ras Rp33.950/kg, dan daging sapi Rp111.000/kg.

Di sisi lain, hasil pantauan di pasar ritel modern menunjukkan pasokan bahan pokok mencukupi dan masih dijual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Di antaranya, gula seharga Rp12.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, dan beras premium Rp12.800/kg. Selain itu, daging sapi dijual dengan seharga Rp104.000/kg dan daging kerbau beku Rp80.000/kg.

Dia mengatakan, masyarakat mempunyai alternatif pilhan dalam menghadapi puasa dan lebaran mendatang. Kemendag juga menyarankan kepada ritel modern untuk memasang spanduk/standing banner yang memuat informasi ketersediaan beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging beku sesuai HET.

Adapun, pasokan beras di gudang Bulog Divre Sulawesi Utara mencapai 25.133 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran, bahkan sampai 10 bulan ke depan. Di samping itu, tersedia pula gula pasir sebanyak 1.100 ton, minyak goreng sebanyak 35.505 liter, dan tepung terigu sebanyak 18 ton.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut, harga bahan pokok

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup