Museum Negeri Sulut Kini Punya Koleksi Ikan Purba

Museum Negeri Sulawesi Utara kini memiliki koleksi tambahan berupa fosil ikan purba coelacanth atau yang biasa disebut sebagai raja laut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  16:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Museum Negeri Sulawesi Utara kini memiliki koleksi tambahan berupa fosil ikan purba coelacanth atau yang biasa disebut sebagai raja laut.

Staf Pemandu Museum Negeri Sulut Febie Pomohon mengatakan fosil ikan tersebut baru dipamerkan sejak sekitar 2 pekan lalu. Sebelumnya, fosil tersebut pernah menjadi pajangan di rumah dinas Gubernur Sulawesi Utara.

“ini koleksi baru ikan coelacanth ditemukan oleh nelayan, di seluruh dunia, ada 120 spesies ikan purba, dan salah satunya adalah ini yang ditemukan di Teluk Manado, nama latinnya latimeria manadoensis,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/3/2019).

Dia menjelaskan, menurut penelitian, ikan tersebut diperkirakan sudah hidup sejak 360 juta tahun lalu. Pernah disebut punah, ikan tersebut secara mengejutkan ditemukan kembali di perairan Sulawesi Utara, tepatnya di antara perairan Teluk Manado dan Bunaken.

Ikan tersebut memiliki panjang hampir 2 meter, dengan tujuh buah sirip. Bola mata ikan tersebut berwarna putih, menyerupai ikan yang sudah mati. Jika masih hidup, tubuh ikan tersebut berwarna hitam dengan bintik putih.

“Namun karena sudah diawetkan, mungkin pakai formalin juga, warnanya sedikit berubah jadi abu-abu, warna aslinya dia hitam dan lebih besar, mungkin ini sudah menyusut,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, ikan tersebut juga pernah ditemukan di perairan Mozambik pada 1938. Ikan tersebut disebutkan hidup dalam kedalaman 100 meter dengan suhu air mencapai 18 derajat celcius. Ikan ini biasa mencari mangsa pada malam hari.

Ikan raja laut yang dikenal malas bergerak tersebut kini hanya tersisa dua spesies saja yang masih hidup di laut, yakni letimeria chalumnae atau comoro coelacanth dan latimeria manadoensis. Adapun, sekitar 120 jenis spesies ikan purba lainnya telah ditanyakan punah.

Febie menjelaskan, selain koleksi fosil ikan tersebut Museum Negeri Sulut memiliki beragam koleksi lainnya, dari mulai artefak peninggalan kolonial, hingga sisa-sisa kerajaan di Negeri Nyiur Melambai. Anda dapat berkunjung ke sana setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara, museum

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top